PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Keheningan dini hari di kawasan Jalan Menteng 1, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, mendadak pecah saat warga setempat digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di sebuah rumah bernomor 27.

Korban diketahui bernama Fahmi (39), warga Jalan Tjilik Riwut Kilometer 3,5. Pria yang sehari-harinya berwirausaha ini ditemukan sudah tidak bernyawa sekitar pukul 03.28 WIB di kediaman rekannya.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya, AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol, penemuan jasad bermula dari niat baik saksi bernama Udin Bek (53), yang hendak membangunkan Fahmi untuk diajak makan bersama.

Saat mencoba membangunkan korban, Udin merasa tubuh Fahmi tidak merespons. Panik, saksi kemudian memanggil rekan-rekannya untuk memastikan kondisi korban. Setelah diperiksa, diketahui denyut nadi Fahmi sudah tidak ada.

"Saksi sempat mengira korban hanya tidur pulas. Saat dibangunkan tidak ada respons, setelah dicek ternyata sudah meninggal dunia," ujar AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol Senin, 1 Desember 2025.

Mendapati hal tersebut, Feriansyah, salah satu saksi yang berjaga di Pos Ronda Permai Induk, segera menghubungi pihak kepolisian dan keluarga korban.Tim Inafis dan Pamapta Polresta Palangka Raya yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dari hasil penyisiran, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di sekitar jasad Fahmi, termasuk botol plastik bekas minuman keras jenis Arak Bali dan kepingan obat batuk merk Samcodin. Selain itu, ditemukan dompet berisi identitas korban.

Jasad Fahmi kemudian dievakuasi ke RSUD Dr. Doris Sylvanus untuk dilakukan visum. Hasil pemeriksaan luar oleh dokter spesialis kedokteran forensik, dr. Ricka Brillianty, Sp.KF, menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Korban diperkirakan meninggal sekitar 4 jam sebelum pemeriksaan visum. Penyebab kematian diduga kuat akibat penyakit bawaan atau faktor medis," terang hasil visum sementara.

Ibu kandung korban, Nurdaya, yang tiba di lokasi, tampak sangat sedih dan tidak kuasa menahan air mata.

Ia mengakui bahwa putranya tidak memiliki riwayat penyakit kronis yang spesifik, namun diketahui memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman keras. Saat ini, jenazah Fahmi telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Polisi menyimpulkan bahwa kejadian ini murni musibah akibat penyakit dan tidak ditemukan unsur pidana.

"Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan dan kebiasaan mengkonsumsi alkohol yang berlebihan," pungkasnya. (PATHUR/H)