BORNEONEWS, Palangka Raya – Di tengah tantangan penurunan kondisi keuangan daerah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palangka Raya, Syaufwan Hadi menegaskan bahwa kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus tetap menjadi prioritas utama.
Menurutnya, ASN merupakan ujung tombak pelayanan publik, sehingga semangat dan kualitas kerja mereka tidak boleh menurun meskipun kondisi keuangan sedang sulit.
Syaufwan menjelaskan DPRD memahami betul adanya penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akibat pengurangan dana transfer dari pusat.
Namun ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah tidak boleh mengorbankan kesejahteraan ASN demi menutupi defisit anggaran.
“Kesejahteraan ASN adalah investasi jangka panjang. Jika mereka sejahtera, mereka akan termotivasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujarnya, Senin, 1 Desember 2025.
Ia menambahkan pemerintah daerah harus kreatif mencari solusi untuk mengatasi masalah keuangan, tanpa harus memangkas hak-hak ASN.
Pengendalian belanja operasional, efisiensi program, dan optimalisasi pendapatan daerah menjadi beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan.
“Kita harus berani melakukan inovasi dalam pengelolaan keuangan daerah. Jangan hanya terpaku pada cara-cara yang konvensional. Dengan kreativitas dan kerja keras, kita pasti bisa mengatasi masalah ini tanpa harus mengorbankan kesejahteraan ASN,” kata Syaufwan.
Syaufwan juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas ASN. Ia meminta pemerintah daerah untuk terus memberikan pelatihan dan pendidikan kepada ASN agar mereka memiliki kompetensi yang memadai untuk menghadapi tantangan zaman.
“ASN harus terus belajar dan mengembangkan diri agar mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat,” tegasnya. (MARINI/R)









