PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat Kobar menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV.

Mereka adalah bagian dari masyarakat yang memiliki hak yang sama atas perlindungan, layanan kesehatan, serta dukungan yang layak dari pemerintah dan seluruh elemen sosial.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Kobar, Nurhidayah, melalui Wakil Bupati Kobar, Suyanto, saat menghadiri Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 yang digelar di halaman PT Trakindo Utama Pangkalan Bun, Senin, 1 Desember 2025.

Dalam sambutannya, Suyanto menekankan bahwa peringatan HAS bukan sekadar acara seremonial.

“Mari kita menjadikan Peringatan Hari AIDS Sedunia ini sebagai penegasan bahwa kita tidak akan membiarkan stigma mengalahkan kemanusiaan. Kita tidak akan membiarkan ketidaktahuan merampas masa depan generasi kita,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar, tercatat sebanyak 69 kasus baru HIV pada 2025 dengan total kumulatif mencapai 832 kasus. Selain itu, sebanyak 453 orang masih menjalani pengobatan antiretroviral (ARV) secara aktif di 12 layanan pengobatan HIV di wilayah Kobar.

Data tersebut menunjukkan pentingnya deteksi dini, penguatan layanan, penelusuran kasus, serta pendampingan berkelanjutan untuk mencegah terjadinya lost to follow-up. “Ini adalah prioritas yang tidak dapat ditunda,” tegas Suyanto.

Pemkab melalui Dinkes Kobar terus memastikan setiap individu mendapatkan layanan kesehatan yang setara melalui edukasi, konseling, deteksi dini, pengobatan, serta dukungan psikososial. 

Namun tantangan tetap ada, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga masih tingginya stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV. Karena itu, keberhasilan program penanggulangan HIV/AIDS tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata. Ia mengajak semua pihak termasuk dunia usaha untuk terlibat aktif. 

“Mari kita bersama-sama memutus mata rantai penularan, mengembalikan harapan, dan memastikan tidak ada satu pun warga Kotawaringin Barat yang tertinggal dalam pelayanan. Mari kita wujudkan Ending AIDS 2030 melalui langkah nyata dan kolaborasi lintas sektor,” tambahnya.

Lalu, Kepala Dinkes Kobar, Achmad Rois, menyampaikan bahwa dalam dua tahun terakhir, dunia usaha semakin aktif berkolaborasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) tingkat Kalteng hingga Kabupaten Kobar dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Kobar.

Salah satu mitra aktif adalah PT Trakindo Utama Pangkalan Bun yang tahun ini menjadi tuan rumah kegiatan peringatan HAS 2025. Kolaborasi tersebut mencakup skrining, edukasi, hingga pencegahan HIV/AIDS untuk lingkungan kerja maupun masyarakat sekitar.

“Kita harus berkolaborasi, termasuk dengan dunia usaha. Mereka telah menunjukkan komitmen untuk bersama pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS,” ujar Achmad Rois.

Ia menambahkan, bahwa penularan HIV tidak hanya terjadi pada kelompok risiko tinggi, tetapi juga dapat terjadi pada kelompok risiko rendah. Karena itu, edukasi dan pencegahan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat.(NURITA/R)