PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya– Menyoroti persoalan banjir yang kerap melanda beberapa kelurahan, anggota DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery meminta Pemko memberikan edukasi dan mitigasi bencana secara berkala kepada masyarakat.

Langkah ini dianggapnya, penting agar masyarakat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi kondisi darurat saat banjir melanda.

Khemal  menjelaskan bahwa banjir merupakan masalah klasik yang selalu menghantui Kota Palangka Raya setiap musim hujan.

Meski pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah ini, namun banjir tetap saja terjadi dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

“Salah satu penyebab banjir adalah kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, masyarakat juga kurang memiliki pengetahuan tentang cara-cara menghadapi banjir,” ujar Khemal, Senin, 1 Desember 2025.

Oleh karena itu, ia meminta Pemko untuk lebih intensif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, serta cara-cara menghadapi banjir.

Edukasi ini bisa dilakukan melalui berbagai media, seperti penyuluhan langsung, pemasangan spanduk dan baliho, serta pemanfaatan media sosial.

Selain edukasi, Khemal Nasery juga menekankan pentingnya mitigasi bencana. Ia meminta Pemko untuk menyiapkan rencana kontingensi yang jelas dan terkoordinasi, serta melatih masyarakat tentang cara-cara evakuasi yang aman saat banjir melanda.

“Mitigasi bencana ini sangat penting untuk mengurangi risiko dan dampak banjir. Masyarakat harus tahu ke mana mereka harus mengungsi, apa yang harus mereka bawa, dan bagaimana cara mereka berkomunikasi dengan pihak berwenang,” kata Khemal.

Dia menilai edukasi dan mitigasi bencana merupakan upaya yang sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi banjir.

"Dengan edukasi dan mitigasi bencana yang baik, diharapkan masyarakat Kota Palangka Raya dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi banjir, sehingga kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalisir," tutupnya. (MARINI/R)