PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Arif M. Norkim mengingatkan Pemko untuk mewaspadai potensi kenaikan harga pangan dan biaya logistik yang kerap terjadi di penghujung tahun.

Ia menekankan pentingnya langkah antisipasi agar masyarakat tidak terbebani dengan lonjakan harga yang signifikan.

Arif menjelaskan bahwa menjelang akhir tahun, permintaan terhadap bahan pangan biasanya meningkat, sementara pasokan seringkali terhambat karena berbagai faktor, termasuk cuaca buruk dan gangguan transportasi. Kondisi ini dapat memicu kenaikan harga yang merugikan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

“Pemerintah harus proaktif memantau perkembangan harga pangan dan biaya logistik. Jika ada indikasi kenaikan yang tidak wajar, segera lakukan intervensi agar harga tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat,” ujar Arif, Senin, 1 Desember 2025.

Pemko perlu berkoordinasi dengan distributor, pedagang, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan dan kelancaran distribusi. Selain itu, pengawasan terhadap praktik penimbunan dan spekulasi harga juga harus ditingkatkan.

Arif juga menyoroti pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga stabilitas harga pangan. Ia mengajak masyarakat untuk bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan panic buying yang dapat memicu kenaikan harga.

“Masyarakat juga perlu dilibatkan dalam pengawasan harga. Jika menemukan adanya praktik kecurangan atau kenaikan harga yang tidak wajar, segera laporkan kepada pihak berwenang,” katanya.

Ia menilai stabilitas harga pangan sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah terjadinya inflasi yang tinggi.

"Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan harga pangan dan biaya logistik di Palangka Raya tetap terkendali di penghujung tahun," tutupnya. (MARINI/R)