BORNEONEWS, Sampit - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta lebih waspada terhadap praktik calo tiket yang kerap memanfaatkan lonjakan permintaan transportasi.
“Setiap libur Nataru biasanya ada saja calo yang memainkan harga. Masyarakat jangan mudah percaya karena hal itu merugikan dan termasuk praktik ilegal,” kata Anggota Komisi II DPRD Kotim Andi Lala, Senin, 1 Desember 2025.
Peningkatan permintaan tiket pesawat, kapal, hingga transportasi darat selalu terjadi menjelang libur akhir tahun.
Kondisi ini kerap dimanfaatkan oknum untuk menjual tiket dengan harga jauh dari ketentuan, terutama tiket kapal yang paling banyak diburu.
Selain merugikan dari segi biaya, pembelian tiket melalui calo juga berisiko menimbulkan masalah saat keberangkatan. Kasus tiket tidak terdaftar dalam manifest atau tiket palsu masih sering ditemukan dan menyebabkan penumpang gagal berangkat.
Oleh karena itu, dirinya meminta masyarakat membeli tiket hanya lewat agen resmi maupun platform digital terpercaya.
Sementara itu, pihak maskapai, pelayaran, hingga perusahaan transportasi darat diminta memperkuat sistem penjualan dan memperketat pengawasan lapangan.
Dirinya juga mendorong Dishub dan aparat penegak hukum untuk meningkatkan patroli di titik rawan serta menindak tegas oknum yang terbukti melakukan praktik percaloan. “Kami ingin ada langkah nyata agar masyarakat merasa aman dan tidak dirugikan,” ujarnya.
Masyarakat diimbau untuk memesan tiket sejak jauh hari, guna menghindari kehabisan tiket yang sering menjadi celah bagi calo untuk memainkan harga.
“Jangan menunggu hari keberangkatan. Pesan tiket dari sekarang agar lebih aman,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









