BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Juliansyah menegaskan perlunya pengelolaan anggaran yang lebih inovatif, tepat sasaran, dan transparan demi meningkatkan efektivitas pembangunan daerah.
“Kekurangan anggaran kiranya semakin mampu menumbuhkan inovasi dan kreativitas untuk menemukan solusi yang lebih cerdas dan efektif,” ujarnya, Senin, 1 Desember 2025.
Pernyataan tersebut disampaikan Juliansyah setelah menerima laporan kompilasi dari masing-masing komisi DPRD terkait pelaksanaan kegiatan dan kebutuhan anggaran tahun berjalan.
Ia menyebutkan, kendala anggaran yang terjadi di beberapa sektor seharusnya tidak menjadi alasan terhambatnya program pembangunan.
Menurutnya, kondisi ini justru harus memacu pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam menyusun strategi serta memaksimalkan sumber daya yang ada. Selain inovasi, ia menekankan alokasi anggaran harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Anggaran harus lebih fokus terhadap belanja yang mendorong partisipasi masyarakat serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat yang esensial,” ujarnya.
Juliansyah menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan anggaran. Prinsip tersebut, katanya, menjadi kunci untuk memastikan penggunaan anggaran lebih efektif sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan.
“Transparansi dan akuntabilitas diperlukan untuk memastikan efektivitas, efisiensi, mencegah korupsi, serta memberikan ruang kontrol demokrasi melalui partisipasi publik,” tambahnya.
Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat menindaklanjuti rekomendasi dan hasil evaluasi komisi DPRD dengan langkah nyata. Sehingga pembangunan di Kotim dapat berjalan lebih terarah, responsif, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (DEWI PATMALASARI/R)









