BORNEONEWS, Palangka Raya - Kesejahteraan masyarakat sekitar kebun menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit di Kalimantan Tengah.
Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, yang menilai bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebun hanya dapat terwujud jika kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
“Ketika masyarakat di sekitar kebun hidup sejahtera, mereka akan menjadi garda terdepan dalam menjaga kebun milik perusahaan maupun kebun plasma milik mereka sendiri,” ujar Rawing kepada Borneonews pada Senin, 1 Desember 2025.
Menurutnya, kesejahteraan masyarakat bukan hanya hasil dari program tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga buah dari kolaborasi erat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan warga.
Rawing menekankan bahwa iklim investasi di Kalimantan Tengah saat ini sangat kondusif. Pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dan inflasi yang terkendali menjadi indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam menciptakan suasana yang stabil dan ramah investasi.
“Dukungan dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur sangat luar biasa. Mereka memberikan ruang bagi perusahaan untuk berkembang, asalkan perusahaan juga berkomitmen membangun kebun masyarakat minimal 20 persen dari total lahan yang dikelola, membayar pajak dengan tertib, memberdayakan tenaga kerja lokal, dan menggunakan bahan bakar dari daerah,” jelas Rawing lagi.
Rawing menyoroti pentingnya memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang inklusif.
Ia mencontohkan, dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat, potensi konflik sosial dan tindakan kriminal seperti pencurian buah sawit dapat ditekan secara signifikan.
“Keamanan kebun bukan hanya tanggung jawab perusahaan atau aparat, tapi juga masyarakat. Jika mereka merasa memiliki dan diuntungkan, maka mereka akan menjaga aset itu bersama-sama,” tambah Dosen Ilmu Pertanian Universitas Kristen Palangka Raya ini.
GAPKI Kalteng, lanjut Rawing, terus mendorong anggotanya untuk tidak hanya fokus pada aspek produksi, tetapi juga aktif dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat dan mendukung program-program pembangunan daerah.
Dengan pendekatan ini, industri kelapa sawit diharapkan dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan dan ketahanan sosial di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)









