TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur kembali mengukuhkan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pembukaan Pelatihan Las Listrik dan Tata Rias bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, Senin, 1 Desember 2025.

Acara pembukaan dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian (Disnakertransperin), Albert, dan dihadiri Kepala Rutan Tamiang Layang, Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertransperin serta manajemen PT BUMA.

Saat membacakan sambutan Bupati Barito Timur M Yamin, Albert menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Prioritas 1.000 Tenaga Kerja Terlatih yang sedang digenjot pemerintah daerah.

“Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan keterampilan, memperluas kesempatan kerja, dan memastikan masyarakat kita, termasuk warga binaan, mampu mandiri dan siap berdaya guna ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya membacakan sambutan Bupati.

Albert menyampaikan bahwa hingga kini Disnakertransperin telah melatih 208 tenaga kerja melalui berbagai program seperti pelatihan keamanan, servis AC, perbengkelan sepeda motor, operator alat berat, tata rias, las listrik, dan pelatihan lain yang juga didukung CSR perusahaan. 

“Ini adalah kerja kolektif untuk memperkuat SDM lokal dan memastikan putra-putri Bartim menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri,” tegasnya.

Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, turut mengapresiasi pelaksanaan pelatihan ini. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari pembinaan komprehensif bagi warga binaan.

“Kami meyakini bahwa bekal keterampilan ini akan menjadi modal utama bagi mereka untuk kembali mandiri dan produktif setelah bebas. Apalagi jika diberikan sampai sertifikasi, tentu semakin meyakinkan bagi perusahaan atau pemberi kerja,” ujar Agung.

Ia berpesan agar seluruh peserta serius mengikuti pelatihan dan menjadikannya sebagai kesempatan memperbaiki diri.

“Serap ilmunya, pahami maksud pembinaan ini. Kami ingin setelah keluar nanti, bapak ibu tidak lagi terjerumus dalam perbuatan melanggar hukum, tetapi hadir sebagai pribadi baru yang berdaya dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Dukungan juga datang dari dunia usaha. Mining Manager PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), Edi Saputra, menegaskan komitmen perusahaannya melalui program CSR untuk mendukung pembinaan kompetensi las listrik di Rutan Tamiang Layang.

“Pelatihan las listrik ini bukan sekadar pelatihan, tetapi investasi SDM yang sangat strategis. Keahlian pengelasan dibutuhkan di berbagai sektor, termasuk pertambangan dan konstruksi,” ucapnya.

Edi berharap peserta memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya. 

“Disiplin, fokus dan kerja keras adalah kunci membuka peluang kerja lebih cerah. Kami berharap lulusan pelatihan ini dapat menjadi tenaga terampil bersertifikasi dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” katanya.

Edi menambahkan bahwa PT BUMA bersama PT Adaro Indonesia akan terus menjalin sinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.

“Semoga pelatihan las listrik tahun 2025 ini berjalan lancar hingga menghasilkan lulusan terbaik yang membawa manfaat bagi Kabupaten Barito Timur,” tutupnya.

Pelatihan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Rutan Tamiang Layang, dan dunia usaha dalam mendukung visi Bartim SEGAH (Sejahtera, Elegan, Gigih, Amanah dan Harmonis), serta menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di Gumi Jari Janang Kalalawah. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)