BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Setelah viralnya pernikahan mewah dengan jujuran fantastis di Kuala Kapuas, mempelai perempuan, Pahriati yang berprofesi sebagai guru di MIN Kapuas, telah angkat bicara untuk meluruskan berbagai kabar simpang siur di media sosial pada Minggu, 30 November 2025.
Dalam pernyataan di akun sosial pribadinya, ia menegaskan bahwa pihak keluarga sama sekali tidak pernah meminta mahar tinggi. Semua pemberian dalam prosesi itu sepenuhnya berasal dari keikhlasan sang suami, Hanafi, yang ingin memuliakan pasangannya di hari bahagia mereka.
Pahriati mengungkapkan bahwa dirinya pun baru mengetahui rincian seserahan dan mahar besar tersebut sesaat sebelum akad nikah dimulai, ketika MC meminta data untuk keperluan narasi acara. Sang suami kemudian menjelaskan bahwa pemberian itu dilakukan tanpa paksaan maupun permintaan apa pun.
“Karena pian pantas menerimanya,” ucap Hanafi, sebagaimana ditirukan Pahriati.
Menariknya, seluruh pemberian serta berbagai detail dalam pernikahan mereka ternyata memiliki satu benang merah: angka 9 dan 99. Menurut sang suami, angka tersebut sangat istimewa dan sarat makna dalam perjalanan hubungan mereka. Usaha milik keluarga bahkan dinamai Apotek Tantowi 99, yang sudah lama dianggap sebagai angka keberuntungan dan harapan baik.
Tak hanya itu, proses ta’aruf hingga akad nikah berlangsung selama 45 hari, yang bila dijumlahkan menjadi angka 9. Usia keduanya pun ketika dijumlahkan menjadi 99 yakni 43 dan 56, sebuah kebetulan yang semakin memperkuat keyakinan bahwa pernikahan mereka berada dalam lintasan takdir yang baik. Tanggal akad, 27 November, juga menghasilkan angka 9 ketika dijumlahkan.
Makna angka itu semakin terlihat ketika seluruh nominal mahar, jujuran, hingga gram perhiasan emas dan berlian sengaja disesuaikan dengan angka 9. Bahkan gelang berlian yang diterima Pahriati memiliki berat 36 gram, yang bila dijumlahkan kembali menghasilkan angka 9. Menurut pasangan ini, angka tersebut menjadi simbol doa, keberkahan, dan harapan panjang umur cinta dalam rumah tangga.
Di tengah ramainya komentar publik, Pahriati juga memohon agar warganet tidak lagi mengaitkan pernikahan mereka dengan isu negatif ataupun menyangkutpautkannya dengan almarhum/almarhumah pasangan mereka sebelumnya. Ia menegaskan bahwa mereka sangat menghormati dan menyayangi mendiang pasangan masing-masing, sehingga tidak ingin ada fitnah atau pembicaraan yang menyinggung mereka.
Mengakhiri klarifikasinya, Pahriati meminta doa terbaik dari masyarakat agar pernikahan mereka dilimpahi keberkahan dan menjadi rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
Ia juga mendoakan agar siapapun yang membaca kisah ini, kelak dipertemukan dengan jodoh terbaiknya sesuai kehendak Allah SWT. Angka 99 bagi mereka bukan sekadar angka keberuntungan, tetapi simbol perjalanan, ketulusan, dan takdir yang mempertemukan dua hati dalam ikatan suci. (SABRIANOOR/j)









