BORNEONEWS, Palangka Raya - Tingkat Penghunian Kamar atau TPK hotel berbintang di Kalimantan Tengah pada Oktober 2025 tercatat sebesar 53,91 perspoi
"Angka ini menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,75 poin dibandingkan bulan sebelumnya, September 2025, namun masih lebih rendah 6,76 poin dibandingkan capaian pada Oktober 2024," kata Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kalimantan Tengah, M Taufiqurrahman dalam penyampaian berita resmi statistik pada Senin, 1 Desember 2025.
Kenaikan TPK ini sejalan dengan meningkatnya jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang, yang mencapai 47.480 orang atau naik 9,49 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"Dari jumlah tersebut, mayoritas atau sekitar 98,65 persen merupakan tamu domestik, mencerminkan dominasi wisatawan dan pelaku perjalanan dari dalam negeri," katanya.
Meski terjadi peningkatan jumlah tamu, rata-rata lama menginap atau RLTM justru mengalami sedikit penurunan. Pada Oktober 2025, RLTM tercatat sebesar 1,44 hari, turun 0,05 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun lebih banyak tamu yang datang, durasi tinggal mereka cenderung lebih singkat.
Penurunan TPK secara tahunan menunjukkan adanya tantangan dalam mempertahankan tingkat okupansi hotel di tengah dinamika pariwisata dan mobilitas masyarakat. Namun, peningkatan bulanan dan dominasi tamu domestik menjadi sinyal positif bagi pemulihan sektor perhotelan di Kalimantan Tengah.
Peningkatan ini juga bisa mencerminkan adanya kegiatan-kegiatan lokal seperti pertemuan, pelatihan, atau event daerah yang mendorong kunjungan ke hotel-hotel berbintang, meskipun belum sepenuhnya mengembalikan performa seperti tahun sebelumnya.
Data ini menjadi penting bagi pelaku industri pariwisata dan pemerintah daerah dalam merancang strategi promosi dan pengembangan destinasi, khususnya untuk menarik lebih banyak wisatawan dan memperpanjang masa tinggal mereka di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/y)









