BORNEONEWS, Nanga Bulik – Ecofest Delang Hili Lanting 2025 berhasil memukau pengunjung dengan panggung budaya terapung yang spektakuler. Festival ini berlangsung di sungai Desa Penyombaan pada Sabtu, 29 November 2025, dan diikuti oleh lebih dari 60 lanting.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, bersama Wakil Bupati Abdul Hamid dan istri, jajaran Forkopimda, Ketua GOW, para camat, serta tamu undangan lainnya turut hadir dalam acara tahunan ini.
Salah satu momen yang paling menarik adalah peragaan busana yang menampilkan kreativitas desainer lokal sekaligus mengangkat budaya sungai khas masyarakat Delang. Bupati Rizky menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi tersebut.
“Inovasi seperti ini diharapkan mampu memperkuat posisi Ecofest sebagai ikon pariwisata Lamandau dan menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya, Senin , 1 desember 2025
Wakil Bupati Abdul Hamid menambahkan bahwa kehadiran wisatawan mancanegara menunjukkan bahwa festival ini semakin dikenal secara internasional.
“Dengan antusiasme tinggi dan inovasi yang terus berkembang, Ecofest Delang Hili Lanting semakin memantapkan diri sebagai panggung budaya terapung yang memukau,” katanya.
Selain menampilkan keindahan budaya, festival ini juga menjadi ajang promosi pariwisata Lamandau. Ke depannya, diharapkan Ecofest ini menjadi salah satu acara tahunan yang paling dinantikan.
Bupati Rizky berharap, dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, Ecofest Delang Hili Lanting dapat terus berkembang dan menjadi ikon budaya di Lamandau. Semoga festival ini terus memukau pengunjung dan menjadi kebanggaan masyarakat.
“Ecofest Delang Hili Lanting 2025 adalah bukti bahwa Lamandau memiliki potensi budaya luar biasa dan mampu menjadi destinasi wisata yang menarik,” ujarnya. (NATALIA KRISTIN/y)









