BORNEONEWS, Sampit - Warga sekitar Jalan Kembali, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digegerkan dengan penemuan bahan peledak di sebuah barak kosong.
Dari informasi yang dihimpun pemilik barak diketahui bernama Muji (52). Bahan peledak tersebut pertama kali ditemukan oleh anaknya saat sedang bermain di dalam kamar barak yang tidak berpenghuni itu.
Barak yang sudah lama tak berpenghuni itu terakhir ditempati satu keluarga sekitar tujuh tahun lalu.
Muji (52), pemilik barak, mengatakan bahwa barak itu terakhir ditempati oleh satu keluarga sekitar tujuh tahun lalu.
“Benda itu ditemukan anak saya di dalam lemari, terbungkus plastik. Barak itu sudah lama kosong, tak ada orang tinggal sejak tujuh tahun lalu,” kata Muji, Senin, 1 Desember 2025.
Ia mengaku langsung mengamankan benda mencurigakan tersebut ke rumahnya, kemudian dirinya melapor ke pihak kepolisian. Laporan itu ditindaklanjuti cepat oleh aparat.
Sekitar pukul 22.30 WIB, tim dari Batalyon B Satbrimob Polda Kalimantan Tengah tiba di lokasi untuk melakukan sterilisasi dan mengevakuasi benda yang diduga bahan peledak tersebut ke markas mereka.
“Benda itu sudah dibawa oleh pihak kepolisian,” ucap Muji.
Kapolsek Ketapang AKP Anis saat dikonfirmasi membenarkan adanya penanganan oleh satuan Brimob.
“Sementara masih ditangani Brimob,” singkatnya.
Kini barak nomor tiga milik Muji itu telah dipasang garis polisi. Bahan peledak selanjutnya diamankan dan diobservasi apakah aktif atau tidak.
Sementara itu, Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Kalteng, Kompol Tri Wibowo, belum memberikan keterangan resmi terkait jenis bahan peledak maupun hasil pemeriksaan awal.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan tehadap asal-usul bahan peledak tersebut. Polisi mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan benda mencurigakan di lingkungan sekitar. (BUDDI RAHMAT H/j)









