KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Warga Kuala Kapuas pada Senin malam, 1 Desember 2025, dibuat resah dan geram oleh ulah seorang pria yang mengatasnamakan pembangunan sebuah pondok pesantren asal Jawa Tengah sambil menjual kalender dari rumah ke rumah.

Bukan hanya menawarkan, pria tersebut dilaporkan bertindak tidak sopan, mulai dari berteriak, mengetuk pintu dengan keras, hingga mencoba masuk ke dalam rumah warga tanpa izin.

Informasi keresahan ini pertama kali dibagikan melalui grup komunikasi warga oleh Yudi, salah satu relawan komunikasi darurat di Kapuas. Ia memperingatkan masyarakat agar berhati-hati karena kedua pria tersebut meminta uang secara paksa dan mengaku berasal dari pesantren yang tidak jelas identitasnya. 

“Ciri-cirinya pakai jas, sarung, dan kopiah hitam. Mereka sudah dua kali lewat di Jalan Kapuas Selat Hulu dari siang sampai malam,” tulisnya dalam pesan tersebut.

Laporan serupa juga disampaikan oleh warga lain yang melihat salah satu dari pria tersebut berada di Jalan Patih Rumbih Gang 4. Menurut kesaksian warga, ketika mendapati pagar rumah dalam kondisi terkunci, pria tersebut tetap berusaha membuka dan hendak masuk, sambil memaksa menawarkan kalender. 

“Gelagatnya memaksa sekali sambil teriak,” ucap salah satu warga.

Tindakan tersebut membuat sejumlah warga merasa terancam. Selain cara meminta yang dianggap tidak sopan, beberapa warga menilai tindakan langsung masuk ke halaman hingga mencoba membuka pintu rumah sudah melampaui batas. 

“Sudah pemaksaan, apalagi jika berani masuk rumah orang. Sudah keterlaluan sekali," keluh  Qosam, warga Kapuas. 

Beberapa warga kemudian mengingatkan bahwa kegiatan meminta sumbangan keliling tanpa izin resmi sudah diatur dan tidak diperbolehkan sembarangan. Mereka juga menyarankan agar warga melapor ke Satpol PP apabila mendapati kejadian serupa, terutama jika tindakan pelaku sudah mengarah pada pemaksaan atau pelanggaran privasi.

Hingga laporan terakhir, beberapa warga sudah berniat menghubungi Satpol PP untuk melakukan penindakan. Namun keberadaan kedua pria tersebut tidak lagi diketahui setelah mereka meninggalkan kawasan Jalan Kapuas dekat Fery Hampatung, Selat Hulu. (SABRIANOOR/H)