BORNEONEWS,  Bumi Harjo -- Puskesmas Sungai Rangit, Desa Bumi Harjo, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kian sibuk. Setiap hari tak kurang 50 orang pasien antri memeriksakan kesehatan mereka di puskesmas itu. Karuan saja, karena Puskemas ini melayani warga Sei Rangit SP-1 hingga SP-6, serta  beberapa Perusahaan yang ada di sekitar Sungai Rangit.  Ada sepuluh penyakit umum, tetapi yang paling banyak adalah tekanan darah tinggi dan kencing manis.

Menjelang musim hujan ini, masyarakat banyak menderita berbagai penyakit. Ada sepuluh penyakit terbanyak yang diderita warga.  Yaitu:  Ispa, gangguan pertumbuhan gigi, hipertensi,  Osteo Arthritis, Myalgia, Dermatitis,  Gastritis,  DM.TP.II, Trauma, dan Diare.

Dengan memiliki  dua orang personil dokter umum,  ternyata tidaklah cukup.  "Tetapi penyakit yang paling umum diderita warga daerah sini adalah tekanan darah tinggi dan kencing manis," kata dr Abet Nego, Kepala Puskesmas Sungai Rangit kepada Borneonews, Senin (27/11/2016) pagi. 

Selain itu, banyak pula warga yang menderita sakit gigi. Mulai dari anak-anak hingga dewasa.  Sayangnya,  puskesmas ini  belum memiliki dokter gigi.   Sehingga setiap ada pasien yang berurusan dengan penyakit gigi harus dirujuk ke Pangkalan Bun.

"Setiap ada pasien yang datang harus kita tanya dulu mau ditangani oleh perawat gigi atau di rujuk ke RSUD," lanjut Abet. Dengan kosongnya posisi dokter gigi, membuat bawahannya kerepotan karena hanya ada satu petugas perawat di poli gigi. Ia mengaku sudah menyampaikan hal itu kepada Kadinkes Kobar saat berkunjung ke puskesmas Sungai Rangit. Kala itu Kadinkes berjanji akan menyediakan dokter gigi tahun depan.

 

Beberapa persoalan lain yang dihadapi puskesmas ini, ,menurut Abet adalah  tenaga medis yang mengurusi setiap ruangan juga masih kurang.  "Tetapi yang jelas sangat kami butuhkan adalah tenaga rekam medik serta tenaga akutansi keuangan."

Untuk obat-obatan, selama ini masih cukup dan suplainyapun lancar. "Ketersediaan obat-obatan relatif lancar." (DARMADI/*)