BORNEONEWS, Tamiang Layang - Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur melaporkan adanya 14 kasus baru HIV sepanjang 2025, hingga awal Desember. Meski terjadi penambahan kasus, jumlah tersebut justru menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Barito Timur, Mayerni, mengungkapkan bahwa total akumulasi penderita HIV/AIDS saat ini berjumlah 48 orang, terdiri atas 29 laki-laki dan 21 perempuan, seluruhnya berada pada kelompok usia dewasa.
“Sampai hari ini total kasus positif HIV/AIDS di Barito Timur ada 48 kasus dan semuanya berobat di fasilitas pelayanan kesehatan. Yang berobat di rumah sakit ada 34 orang, sementara 14 orang berobat aktif di pelayanan kesehatan tingkat pertama,” jelasnya, Selasa, 2 Desember 2025.
Menurut Mayerni, jumlah kasus baru pada 2025 lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 16 kasus.
“Kasus baru tahun ini ada 14. Jumlah tersebut menurun dibanding tahun 2024,” ujarnya.
Mayerni menambahkan, pengawasan terhadap pasien tetap dilakukan meskipun ada yang berpindah domisili. Dua penderita diketahui pindah ke Jember, Jawa Timur, dan Kabupaten Barito Selatan.
“Mereka tetap kami pantau dengan berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat. Semua laporan dapat kami akses melalui aplikasi SIHA, sehingga kondisi mereka tetap terpantau,” kata Mayerni.
Dinkes Barito Timur juga memastikan seluruh pasien positif HIV/AIDS diwajibkan menjalani pengobatan berkelanjutan guna menekan risiko penularan.
“Kami memastikan setiap kasus positif harus aktif berobat agar tidak menularkan kepada orang lain. Obat untuk penderita HIV/AIDS juga selalu tersedia dan diberikan secara gratis di puskesmas maupun rumah sakit,” tegasnya.
Selain penanganan pasien, upaya pencegahan terus diperkuat melalui penyuluhan rutin dan kegiatan Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) di lokasi rawan penularan, seperti tempat hiburan dan area lokalisasi.
“Semua lokasi rawan kami periksa. Jika ditemukan yang terinfeksi, langsung kami anjurkan berobat agar tidak liar dan menulari orang lain,” katanya.
Mayerni menyebutkan, tingkat kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri dan menjalani pengobatan semakin meningkat sejak 2023.
“Kalaupun HIV ini tidak bisa sembuh, paling tidak mereka tidak menularkan kepada orang lain. Kesadaran masyarakat sekarang jauh lebih baik,” ujarnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









