PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmen pengendalian perubahan iklim melalui pembahasan Dokumen Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim yang resmi dibuka Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Herson B. Aden.

Herson menjelaskan perubahan iklim membawa dampak signifikan seperti kenaikan suhu, perubahan pola hujan, peningkatan bencana hidrometeorologi, serta ancaman bagi ekosistem dan kesehatan masyarakat.

“Di Indonesia sendiri, kejadian terbaru akibat iklim ekstrim sedang dirasakan oleh saudara-saudara kita di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang sedang mengalami Banjir Bandang dan Tanah Longsor,” ujarnya, Herson B. Aden dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Rabu, 3 Desember 2025.

Ia menyebut Kalimantan Tengah memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap perubahan iklim, tercermin dari kebakaran hutan dan gelombang panas 2015 hingga banjir berulang sejak 2010 sampai 2024.

Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah mencermati isi dokumen agar selaras dengan arah pembangunan daerah dan mampu mengidentifikasi risiko serta merumuskan langkah adaptasi yang dapat diterapkan lintas sektor.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah saya menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim KLHK dan Hans Seidel Foundation atas dukungan selama proses penyusunan dokumen ini,” pungkasnya. (HERMAWAN DP/j)