BORNEONEWS, Sampit - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan ketersediaan stok serta stabilitas harga sembako di wilayah setempat dalam kondisi aman. Kepastian ini diberikan untuk menenangkan masyarakat di tengah potensi peningkatan permintaan barang kebutuhan pokok pada akhir tahun.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis bersama pemerintah daerah dan pusat untuk mengantisipasi lonjakan harga. Salah satunya adalah melalui penyaluran paket sembako murah.
"Kita akan lakukan untuk menjaga stabilitas harga sembako khususnya di momen Nataru. Dari pemerintah kabupaten kita masih ada paket sembako murah dari Dinas Perdagangan, jumlahnya kurang lebih 5.000 sampai 6.000 paket. Tadi Pak Kabid Perdagangan menyampaikan mungkin sekitar tanggal 8 Desember ke atas akan dibagikan untuk masyarakat Kecamatan Baamang dan Ketapang," jelasnya, Rabu, 3 Desember 2025.
Selain itu, pemerintah pusat juga terus menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada lebih dari 17.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kotim. Diharapkan, bantuan ini dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat kurang mampu sehingga tidak terlalu bergantung pada pasar.
Dari segi ketersediaan stok, Bulog menjamin kondisi sangat aman. Stok beras saat ini mencapai sekitar 7.000 ton, yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 12 bulan ke depan.
"Untuk ketahanan stok 7.000-an itu bisa untuk 12 bulan ke depan, satu tahun ke depan aman. Apalagi nanti Maret–April ada panen raya lagi," imbuh Azwar.
Untuk minyak goreng, Bulog memiliki stok sekitar 20.000 liter yang disalurkan kepada pengecer pasar melalui program P2KP di Pasar Keramat dan PPM. Meskipun jumlah ini tidak terlalu besar, pasokan minyak goreng di pasaran tetap stabil berkat dukungan dari distributor swasta.
"Ada juga info dari PT Sukajadi menambah produksi 20 sampai 30 persen. Artinya, dengan penambahan produksi sebanyak itu, saya pikir bisa menjaga harga minyak goreng tetap stabil," pungkas Azwar.
Dengan berbagai upaya ini, Bulog Kotim berharap masyarakat dapat merayakan Nataru dengan tenang tanpa khawatir akan kenaikan harga dan kelangkaan sembako. (DEVIANA/j)









