PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Herson B. Aden menjelaskan bahwa penyusunan Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim Provinsi Kalimantan Tengah dilakukan dengan dukungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Hans Seidel Foundation dari Jerman.

Herson menyebut dokumen rencana aksi diperlukan agar daerah memiliki acuan jelas dalam menangani dampak perubahan iklim seperti cuaca panas ekstrem, kebakaran hutan, banjir, dan kejadian lain yang berpotensi terjadi di Kalimantan Tengah.

“Rencana aksi ini harus diketahui berbagai pihak, diketahui publik, dan juga para pemangku kepentingan antar-OPD agar masing-masing bisa menyesuaikan programnya dengan rencana aksi yang kita susun,” jelasnya, Herson B. Aden dalam keterangan seperti dikutip Borneonews pada Rabu, 3 Desember 2025.

Ia menekankan bahwa harmonisasi rencana aksi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah penting untuk memastikan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi situasi iklim ekstrem.

Dokumen ini dinilai strategis karena memuat identifikasi risiko dan langkah adaptasi yang diperlukan agar penanganan perubahan iklim dapat berjalan terarah dan terintegrasi.

Dengan adanya rencana aksi yang tersusun, pemerintah daerah memiliki pedoman dalam mempersiapkan langkah adaptif ketika terjadi bencana terkait iklim. (HERMAWAN DP/j)