BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dalam beberapa hari terakhir, warga Kuala Kapuas dibuat resah dengan maraknya aksi pengemis di bawah umur serta peminta sumbangan dengan modus menjual kalender. Berbagai laporan dan rekaman video beredar di sejumlah grup informasi masyarakat, menunjukkan aktivitas mereka yang berlangsung mulai sore hingga malam hari di sejumlah titik keramaian.
Warga menyebutkan bahwa kelompok pengemis anak terlihat bergerombol, bahkan mencapai enam orang, dan berpindah-pindah lokasi. Mereka dilaporkan mendatangi warung makan, simpang jalan, hingga area pertokoan di wilayah Jalan Tambun Bungai dan sekitarnya. Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat serta menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan anak-anak tersebut.
"Ada sekitar 6 anak, dari sore hingga malam masih berkeliaran meminta-minta di warung makan daerah Jalan Tambun Bungai," ucap Izul, warga Kapuas kepada Borneonews, Rabu, 3 Desember 2025.
Selain itu, muncul pula laporan terkait peminta sumbangan berkedok penjual kalender yang mengetuk pintu rumah warga pada malam hari. Aksi ini disebut terjadi di Kuala Kapuas hingga wilayah Pulau Telo dan beberapa kawasan permukiman lain. Warga mengaku cemas karena pendatang tersebut kerap muncul pada jam-jam tidak wajar, sehingga menimbulkan dugaan bahwa aksi tersebut berpotensi disalahgunakan untuk kegiatan lain.
Sejumlah warga mengaku tidak berani menegur atau menahan para pelaku karena kondisi lingkungan yang sepi saat kejadian berlangsung. Beberapa warga di grup komunikasi masyarakat bahkan saling mengingatkan untuk berhati-hati dan segera melaporkan jika melihat kejadian serupa. Ada pula warga yang mendesak agar pihak berwenang segera turun tangan sebelum situasi semakin meresahkan.
Keberadaan anak-anak yang berkeliaran hingga malam juga memunculkan pertanyaan soal pengawasan dan perlindungan mereka.
Upaya konfirmasi kepada Dinas Sosial Kabupaten Kapuas belum membuahkan hasil. Ketika dihubungi, pihak Dinsos belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah apa yang akan diambil untuk menangani pengemis di bawah umur maupun oknum penjual kalender yang meresahkan warga.
Masyarakat kini berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan tegas dan terkoordinasi untuk memastikan keamanan lingkungan sekaligus melindungi anak-anak yang diduga dieksploitasi untuk kegiatan mengemis. Warga menilai persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut mengingat dampaknya yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas. (SABRIANOOR/y)









