BORNEONEWS, Kudus - Suparnyo dilantik sebagai Rektor Universitas Muria Kudus (UMK) 2016-2020, Senin (28/11/2016). setelah sebelumnya menjadi Rektor Antar Waktu 2012-2016. Ia menggantikan Prof. Sarjadi.

Dalam rilis yang dikirim Rosidi Humas UMK disebutkan, pelantikan rektor baru UMK itu, dilakukan oleh ketua Yayasan Pembina (YP.) UMK, H. Djuffan Ahmad, di Auditorium Kampus UMK, dihadiri Koordinator Kopertis Wilayah VI Jateng, Prof. DYP Sugiharto, Forum Komunikasi Kepala Daerah (Forkompinda) Kudus, serta pembina, pengawas dan pengurus YP. UMK.

Djuffan meminta agar Rektor Suparnyo, bekerja lebih keras lagi untuk memajukan UMK. ‘’Selama menjabat sebagai Rektor Antar Waktu menggantikan Prof. Sarjadi, banyak prestasi yang telah didapat. Kami berharap, prestasi yang telah diraih ditingkatkan di waktu-waktu mendatang.’’

Prof. Sugiharto, dalam sambutannya mengapresiasi UMK yang menunjukkan kemajuan luar biasa dari waktu ke waktu. ‘’Mencermati keberadaan UMK yang terus menunjukkan perkembangan dan kemajuan, orientasinya sudah harus diarahkan menuju perwujudan perguruan tinggi (PT) bermutu dan unggul.

‘’Kepada Rektor UMK yang baru saja dilantik, kami berharap untuk menguatkan tata kelola UMK yang baik, dengan disangga oleh enam pilar, yakni transparansi, pengorganisasian, partisipasi, responsivitas, efisiensi dan efektivitas, serta akuntabilitas,’’ pesannya.

Dengan mengimplementasikan enam pilar tersebut, urai Koordinator Kopertis Wilayah VI Jateng, UMK akan mampu mengantarkan kepemimpinan rektor menciptakan suasana kerja kondusif. Selain itu, juga memotivasi sivitas akademika bekerja secara produktif, dalam mencapai visi misi PT.

Bupati Kudus, H. Mustofa, dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Setda Kudus, Budi Rahmat, menyampaikan, pendidikan bekal teramat penting bagi masa depan generasi bangsa dan keberlanjutan pembangunan negara. Ia berharap Suparnyo dapat mewujudkan hal itu, dengan membawa UMK menjadi universitas terpandang serta menghasilkan insan-insan pembangunan bermutu, berdaya saing tinggi, dengan biaya pendidikan terjangkau.

Di luar itu, Bupati Kudus berpesan supaya UMK memperhatikan relevansi kurikulum pendidikannya dengan kebutuhan di dunia kerja. Ia menganggap hal itu sangat penting, untuk menyiapkan generasi muda memasuki dunia kerja dengan lebih mudah, karena telah memiliki pengetahuan dan keterampilan dari bangku kuliah yang memiliki relevansi dengan dunia kerja. (HUMAS UMK/*/N).