PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Tim Penggerak PKK Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) resmi meluncurkan Program Stimulan Pemberian Sembako dan Edukasi bagi Masyarakat Berisiko Stunting atau *Pulpis De Best* tingkat kabupaten. Launching program tersebut digelar di Desa Purwodadi, Kecamatan Maliku, Kamis, 4 Desember 2025.

Ketua TP PKK Kabupaten Pulang Pisau, Hasanah Rifa’i, mengatakan bahwa Pulpis De Best merupakan salah satu program prioritas PKK pada Tahun Anggaran 2025 sebagai langkah nyata menekan angka stunting di daerah. Ia menyebutkan, angka stunting Pulang Pisau saat ini masih cukup tinggi yakni 27,9 persen.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Harapannya melalui program ini kita dapat berkontribusi menurunkan angka stunting agar sesuai target nasional sebesar 18,84 persen pada tahun 2025,” ujar Hasanah.

Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Bupati Pulang Pisau Nomor 360 Tahun 2024 tentang Penetapan Lokus Pencegahan Stunting Tahun 2025, terdapat 29 desa lokus stunting. Di Kecamatan Maliku, lokus tersebut meliputi Desa Purwodadi, Kanamit, Garantung, Wonoagung, dan Maliku Baru.

Sebagai Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu, Hasanah juga mengajak seluruh kader PKK dan Posyandu untuk bergerak bersama dalam pencegahan stunting. Menurutnya, ada tiga fokus utama yang harus diperkuat. 

"Yang pertama, Asupan gizi ibu hamil, bayi, dan balita, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan.yang kedua Pola asuh, karena tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh peran orang tua.dan yang terakhir Kesehatan lingkungan, termasuk penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," Jelas Hasanah. 

Dalam kegiatan ini, PKK juga menyalurkan bantuan bahan makanan yang diharapkan dapat diolah sebagai makanan tambahan bagi anak-anak berisiko stunting.

Hasanah menegaskan bahwa seluruh pihak perlu terus mengoptimalkan potensi daerah dalam upaya pencegahan stunting agar hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Ia mengajak Bupati Pulang Pisau selaku Pembina TP PKK untuk membuka kegiatan Pulpis De Best secara resmi, sebagai tanda dimulainya gerakan bersama menuju Pulang Pisau bebas stunting. (RETHA/j)