BORNEONEWS, Pulang Pisau – Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i menghadiri sekaligus meresmikan Launching Program Stimulan Pemberian Sembako dan Edukasi bagi Masyarakat Berisiko Stunting (Pulpis De Best) yang digelar di Desa Purwodadi, Kecamatan Maliku, Kamis 4 Desember 2025. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pulang Pisau.
Bupati Rifa’i menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen menurunkan angka stunting melalui berbagai intervensi, baik spesifik maupun sensitif. Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang komprehensif, berkelanjutan, serta berbasis keluarga agar hasil yang dicapai lebih optimal dan berdampak jangka panjang.
“Stunting bukan hanya persoalan gizi semata, tetapi juga menyangkut pola asuh, sanitasi, kesehatan ibu hamil, pendidikan keluarga, dan lingkungan sosial,” jelas Rifa’i. Ia menekankan bahwa keberhasilan penurunan stunting sangat bergantung pada pemahaman masyarakat mengenai berbagai faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya percepatan penurunan stunting. Ia menyebut peran PKK, Posyandu, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta keluarga sangat penting dalam memastikan program berjalan efektif dan menyentuh sasaran secara tepat.
Selain itu, Rifa’i mengapresiasi terlaksananya program Pulpis De Best sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ia menyampaikan bahwa bantuan sembako dan edukasi yang diberikan diharapkan mampu menunjang kebutuhan gizi keluarga, khususnya bayi dan balita yang menjadi kelompok paling rentan.
“Kepada para penerima manfaat, saya berharap bantuan ini digunakan sebaik-baiknya untuk mendukung kebutuhan gizi keluarga, terutama anak-anak. Semoga program ini membawa manfaat besar bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (RETHA/j)









