BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Gabungan Organisasi Wanita (GOW) memperingati Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 dengan mengangkat tema “Peran Ibu dalam Keluarga dan Bangsa."
Peringatan tahun ini tidak hanya menjadi momentum penghormatan kepada kaum ibu, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.
Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan meliputi lomba pidato, ziarah, serta bhakti sosial. Setiap agenda dipersiapkan untuk menggugah kesadaran publik mengenai pentingnya peran ibu, baik dalam lingkup keluarga maupun kontribusinya terhadap kemajuan bangsa.
Ketua Panitia Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun, Kris Budi Hastuti, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi komitmen bersama untuk terus mengingatkan dan memberdayakan perempuan di Kobar.
“Saya berharap perempuan maupun ibu-ibu di Bumi Marunting Batu Aji bisa berkontribusi dan mengeluarkan talenta-talenta yang luar biasa dalam dirinya untuk kemajuan Kabupaten Kotawaringin Barat,” ujarnya, Kamis, 4 Desember 2025.
Kemudian, salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah bhakti sosial dengan sasaran keluarga berisiko stunting. Berdasarkan pendataan panitia, Kelurahan Baru menjadi wilayah yang memiliki angka stunting cukup tinggi sehingga dipilih sebagai lokasi utama penyaluran bantuan.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menyalurkan 75 paket sembako berisi bahan pangan bergizi yang mendukung upaya pencegahan stunting pada anak-anak berisiko dan ibu hamil.
"Bantuan ini diharapkan dapat menopang kebutuhan gizi keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola konsumsi sehat," tambah Kris Budi Hastuti.
Selain fokus pada kesehatan, panitia juga menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan. Lomba pidato bertema “Peran Ibu dalam Keluarga dan Bangsa” digelar untuk memberikan ruang bagi perempuan dan ibu-ibu dalam mengekspresikan gagasan serta mengaktualisasikan potensi diri.
Menurut panitia, seorang ibu memiliki peran fundamental yang dimulai sejak masa kehamilan, melahirkan, menyusui, hingga mendidik anak. Namun, perempuan juga didorong untuk berdaya dan mampu berkontribusi lebih luas di luar lingkup rumah tangga, mengingat peran mereka sangat strategis dalam pembangunan sosial.
Dengan rangkaian kegiatan ini, Peringatan Hari Ibu ke-97 di Kabupaten Kobar ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan dan pendorong kemajuan keluarga serta daerah. (NURITA/j)









