KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Rutan Kelas IIB Kuala Kapuas skrining Tuberkulosis (TBC) secara massal bagi seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Pemeriksaan meliputi skrining gejala dan pemotretan menggunakan chest X-Ray sebagai bagian dari program Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis yang didukung Public Health Tuberculosis Center (PHTC) Kementerian Kesehatan RI tahun 2025.

Kepala Rutan Kuala Kapuas, Daniel Kristianto, turut meninjau langsung proses kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan TBC merupakan langkah penting dalam melindungi kesehatan seluruh warga binaan. Menurutnya, fasilitas pemasyarakatan harus memiliki sistem deteksi dini yang kuat mengingat tingginya risiko penyebaran penyakit di ruang hunian yang padat.

Daniel juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya skrining rontgen secara menyeluruh di Rutan Kuala Kapuas. Ia berharap kegiatan dapat membantu menekan angka penularan TBC semaksimal mungkin. 

“Deteksi dini adalah upaya nyata untuk melindungi seluruh warga binaan. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap program seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya, Kamis, 4 Desember 2025.

Seluruh warga binaan dijadwalkan mengikuti rangkaian pemeriksaan hingga 4 November 2025. Program tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan temuan kasus TBC di lokasi yang memiliki risiko penularan tinggi. Lingkungan pemasyarakatan yang padat penghuni dinilai membutuhkan pengawasan kesehatan ekstra untuk mencegah merebaknya penyakit menular.

Pelaksanaan skrining dilakukan dengan sistem bergiliran per blok hunian. Petugas kesehatan melakukan pengecekan awal terhadap gejala pernapasan sebelum melakukan rontgen dada menggunakan peralatan portabel yang dibawa langsung oleh tim medis. 

Seluruh rangkaian pemeriksaan berlangsung tertib dengan dukungan pengamanan dari petugas Rutan guna memastikan setiap WBP mendapat kesempatan yang sama. (SABRIANOOR/j)