SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar pelatihan dan bimbingan teknis platform Mbizmarket untuk mempersiapkan penggunaannya sebagai media transaksi pengadaan barang dan jasa (PBJ) mulai tahun 2026.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Pemkab Kotim, Yephi Hartady Periyanto, menyatakan  bahwa kegiatan berlangsung selama dua hari dengan 100 peserta per hari. 

"Hari pertama diikuti perwakilan OPD, hari kedua oleh vendor. Harapan kita pada 2026 sudah bisa melaksanakan PBJ melalui Mbizmarket," ujarnya, Kamis, 4 Desember 2025.

Yephi mengatakan, kepastian penggunaan platform Mbizmarket untuk pengadaan barang dan jasa ini setelah adanya kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dengan PT Brilliant Ecommerce Berjaya (Mbizmarket) terkait digitalisasi pengadaan melalui platform marketplace sebagai media transaksi belanja online.

Kerjasama antara Pemkab Kotim dengan PT Brilliant Ecommerce Berjaya (pemilik Mbizmarket) ditandatangani Bupati Halikinnor di Jakarta pada Rabu, 26 November 2025, juga melibatkan BUMD PT Habaring Hurung. 

Ia menjelaskan Mbizmarket adalah platform toko daring seperti Tokopedia, yang digunakan selain e-katalog (marketplace pemerintah).

"E-katalog tetap ada untuk transaksi tertentu. Nanti ada dua pasar, bisa jadi tokonya sama tapi pasarnya berbeda," tegasnya, menolak dugaan meninggalkan e-katalog.

Menurut Yephi, Mbizmarket lebih mudah dalam pendaftaran dan proses dibandingkan e-katalog versi 6. Kerjasama ini juga diharapkan memberikan keuntungan bagi PAD Kotim, karena pemerintah akan mendapatkan kontribusi dari transaksi yang dilakukan di platform tersebut.

"Kita belanja dan bertransaksi di sana, tapi kita juga dapat PAD. Jadi ini ada kontribusinya, skemanya sudah ada," tutupnya. (DEVIANA/j)