BORNEONEWS, Jakarta - Petenis putri Filipina Alexandra "Alex" Eala merenungkan musim 2025-nya yang penuh terobosan, sekaligus menatap tahun 2026 dengan rasa haus akan prestasi.
"Saya sangat bangga pada diri sendiri dan apa yang telah saya capai. Saya juga berterima kasih kepada tim dan semua upaya yang telah mereka lakukan. Saya senang bahwa mereka melihat hasilnya dan saya dapat berbagi kebahagiaan ini dengan mereka juga," kata Eala dikutip dari WTA, Kamis.
Atlet berusia 20 tahun mengalahkan tiga juara Grand Slam, termasuk Iga Swiatek, dalam perjalanan menuju semifinal di Miami Open 2025. Gelar pertamanya dan gelar pertama bagi petenis Filipina dia catatkan di Guadalajara 125 Open 2025.
Eala juga menjadi petenis Filipina pertama yang menembus 100 besar, dan kemudian 50 besar dalam beberapa waktu ke depan, dalam peringkat WTA.
Meski begitu, Eala mengaku memiliki banyak hal yang ingin dicapainya pada tahun 2026.
"Saya ingin berbuat lebih banyak dan bekerja lebih keras lagi," ujar dia.
Eala menutup musim dengan catatan gemilang 40-26 (menang/kalah), mengakhiri musim di peringkat ke-50 setelah memulai musim di peringkat ke-147.
Selain semifinal di Miami, dia memenangi enam pertandingan berturut-turut, termasuk dua di babak kualifikasi untuk mencapai final di Eastbourne Open 2025, di mana dia kalah telak melalui tiebreak set ketiga dari Maya Joint.
Eala merasa lebih siap untuk menghadapi kekalahan tersebut dan bertahan, yang seharusnya akan membantunya di musim depan dengan lebih banyak tekanan.
"Tenis adalah olahraga yang sangat indah karena benar-benar membuat Anda tetap membumi. Ketika anda kalah, anda benar-benar belajar untuk kalah, karena Anda kalah hampir setiap minggu. Itulah yang saya pelajari, akan selalu ada seseorang yang lebih baik dari Anda. Yang saya coba lakukan adalah menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri," tutur dia.
ANTARA









