BORNEONEWS, Kapuas - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Kapuas memberikan pelatihan kepada 30 orang untuk menjadi wirausaha. Mereka akan dididik agar berkompeten dalam memanfaatkan barang berkas yang dibaluri rotan menjadi kerajinan rotan bernilai tinggi.
"Kita ingin mengingatkan kembali para pengrajin rotan agar lebih berinovasi lagi memanfaatkan barang berkas yang dibungkus dengan rotan menjadi barang bernilai tinggi apabila dijual," kata Kabid Industri Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Kapuas, Ferdinand Junarko, Senin (28/11/2016).
Menurut Boy, sapaan akrab Ferdinan, satu batang rotan akan dimanfaatkan baik dari kulit sampai hatinya, untuk melilit barang bekas. Misalnya, meja, kursi yang sudah usang tidak perlu dicat, dengan lilitan rotan akan lebih baik dan sangat bernilai tinggi.
"Para pengrajin akan dilatih memanfaatkan bahan baku dari rotan dan barang bekas apa saja akan dililit dengan rotan. Barang bekas akan kita daur ulang menjadi kerajinan berrnilai tinggi," ungkapnya.
Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, 28-30 November 2016, di Desa Pulau Telo Baru, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Selama ini, Desa Pulau Telo terkenal dengan kerajinan rotan, berupa tikar berbahan rotan. Untuk pelatih masih mengandalkan warga lokal yang sudah mendekat sertifikat pelatihan.
"Kita ingin warga Desa Pulau Telo lebih inovatif lagi dengan pengembangan kerajinan rotan. Jangan sampai terpaku pada satu jenis kerajinan saja terutama kerajinan tikar rotan tetapi harus mengembangkan keahlian dalam pengembangan potensi daerah terutama kerajinan menjadi nilai tambah bagi perekonomian warga," katanya. (DJEMMY NAPOLEON/N).








