BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kapuas sekaligus Bunda PAUD Kapuas, Siti Saniah Wiyatno, membuka secara resmi kegiatan Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan metode HPV DNA dan IVA (Co-Testing) di Kantor Kelurahan Palingkau Baru, Kamis, 4 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam mencegah dan mengeliminasi kanker leher rahim di Kabupaten Kapuas.
Dalam sambutannya, Siti Saniah menegaskan bahwa kanker leher rahim masih menjadi salah satu penyakit tidak menular yang memerlukan perhatian serius meski sebenarnya dapat dicegah. Ia menjelaskan bahwa Indonesia telah menargetkan Eliminasi Kanker Leher Rahim 2023–2030, sehingga penting bagi masyarakat untuk melakukan deteksi dini secara rutin sebagai langkah pencegahan utama.
Menurutnya, penggunaan metode berperforma tinggi seperti HPV DNA testing memiliki peran penting untuk memastikan perempuan Indonesia mendapatkan perlindungan kesehatan memadai.
“Deteksi dini kanker leher rahim melalui metode performa tinggi seperti HPV DNA testing sangat penting agar perempuan memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal,” ucapnya.
Siti Saniah juga mengajak keluarga berperan aktif dalam menjaga kesehatan anggotanya. Melalui program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG), ia mengimbau para ibu agar mendorong keluarganya memanfaatkan layanan tersebut. Ia menambahkan bahwa imunisasi HPV bagi anak perempuan di sekolah serta pemeriksaan rutin bagi perempuan usia 30–69 tahun adalah langkah penting untuk mencegah kanker.
Lebih lanjut, Ketua TP-PKK Kapuas menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan, DP3APPKB, UPT Puskesmas Palingkau, Balai KB, TP PKK kecamatan dan desa, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi mengikuti pemeriksaan.
Siti Saniah berharap kegiatan deteksi dini dan pencegahan kanker ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mewujudkan perempuan dan anak Kapuas yang lebih sehat, bebas dari risiko kanker leher rahim. (SABRIANOOR/y)









