KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,8 mengguncang wilayah Kalimantan Selatan pada Kamis malam, 4 Desember 2025 pukul 22.42 WITA. Guncangan gempa dirasakan cukup jelas oleh warga di sejumlah daerah, terutama di Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru. Data resmi BMKG menyebutkan, episenter gempa berada pada koordinat 4.63° LS dan 114.77° BT atau sekitar 95 kilometer barat daya Tanah Laut, pada kedalaman 7 kilometer.

Menurut laporan BMKG, gempa ini termasuk kategori dangkal dan dipicu oleh aktivitas sesar lokal aktif. Kedalaman hiposenter yang relatif dekat dengan permukaan membuat getarannya dirasakan oleh masyarakat di sejumlah kabupaten/kota, meski tidak menimbulkan kerusakan berarti. BMKG menegaskan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.

Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid, dalam rilisnya menyampaikan bahwa gempa tersebut merupakan pergerakan alami dari struktur sesar aktif di wilayah Kalimantan Selatan. 

“Melihat posisi episenter dan kedalamannya, gempa ini termasuk gempa dangkal yang dipicu sesar lokal aktif. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan, dan hasil monitoring menunjukkan tidak ada aktivitas aftershock sampai pukul 22.17 WIB,” jelasnya.

Guncangan gempa turut dirasakan masyarakat di Banjarbaru, Banjarmasin, Barito Kuala, hingga sebagian wilayah Kabupaten Banjar. Intensitas gempa tercatat pada skala II–III MMI di Liang Anggang, Banjarbaru, dan Banjarmasin, sementara daerah seperti Mandiangin dan Barito Kuala merasakan intensitas II MMI. Getaran dirasakan warga seperti truk besar yang melintas di dekat rumah.

Respon warga dilaporkan pihak relawan memperlihatkan banyak yang merasakan getaran tersebut. Warga mengaku merasakan hingga enam kali getaran singkat. Laporan serupa datang dari daerah Kuin Cerucuk, HKSN, Taluk Tiram hingga Basirih, Banjarmasin yang menyebutkan rumah mereka ikut bergoyang.

"Ada merasakan setidaknya 6 kali bergoyang di Kuin Cerucuk," ucap Rifani, relawan yang meneruskan informasi warga.

Meski guncangan terbilang kuat untuk wilayah Kalimantan Selatan yang jarang mengalami gempa signifikan, hingga kini tidak ditemukan dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa. (SABRIANOOR/j)