PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP bersama Direktorat Jenderal Perkebunan atau Ditjenbun Kementerian Pertanian kembali menggulirkan Program Pengembangan SDM Perkebunan sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor strategis tersebut.

Program ini dirancang untuk menjawab tantangan industri perkebunan yang menuntut peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.

Kepala Divisi Program Pelayanan BPDP, Arfie Thahar, menjelaskan bahwa pengembangan SDM menjadi kunci agar pelaku perkebunan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika pasar.

“Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, kemandirian, dan daya saing para pelaku perkebunan. Kami juga menekankan peningkatan kemampuan teknis, manajerial, dan kewirausahaan,” kata Arfie dalam rilisnya pada Jumat, 5 Desember 2025.

Menurut Arfie, sektor perkebunan tidak hanya membutuhkan pekerja terampil, tetapi juga individu yang siap berinovasi serta dapat mengelola usaha secara efektif. Karena itu, BPDP bersama Ditjenbun membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai lembaga pendidikan dan pelatihan yang memenuhi kualifikasi.

“Kemitraan dengan lembaga penyelenggara sangat penting agar pelatihan dapat berlangsung tepat sasaran dan berkelanjutan,” tambahnya.

Untuk mendukung transparansi dan keterbukaan informasi, Arfie memastikan bahwa seluruh perkembangan dan petunjuk teknis terkait program ini akan diumumkan secara resmi melalui situs BPDP.

“Info lebih lanjut akan kami sampaikan pada kanal resmi website BPDP melalui www.bpdp.or.id. Kami mengimbau seluruh pihak untuk mengikuti informasi dari sumber resmi agar tidak terjadi kesalahan atau kekeliruan,” katanya.

BPDP juga memberikan kesempatan bagi lembaga pendidikan dan pelatihan yang ingin berpartisipasi sebagai penyelenggara Program Pengembangan SDM Perkebunan. Lembaga yang berminat dapat mengajukan permohonan serta proposal melalui surat elektronik.

“Calon lembaga penyelenggara dapat langsung mengirimkan surat permohonan dan proposal ke email pengembangansdm@bpdp.or.id,” jelas Arfie.

Arfie berharap, dengan semakin banyaknya lembaga yang terlibat, jangkauan pelatihan akan semakin luas sehingga dapat mendorong peningkatan kualitas SDM perkebunan di seluruh Indonesia.

“Kami ingin memastikan bahwa pengembangan SDM tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas, tetapi juga membangun kemandirian dan daya saing nasional di sektor perkebunan,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)