KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Maraknya aksi pencurian meteran air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah Anjir, Kapuas Timur, kembali menjadi perhatian masyarakat. Dari informasi yang beredar diketahui aksi pencurian meteran air ini, tidak hanya terjadi di Kapuas namun juga terjadi di wilayah provinsi tetangga khususnya Banjarmasin dan sekitarnya.

Dalam beberapa hari terakhir, setidaknya dua rumah warga di Jalan Trans Kalimantan, Km 10 dan Km 6, menjadi korban pencurian yang dilakukan pada malam hari. Aksi ini tidak hanya meresahkan warga, tetapi juga menimbulkan kerugian karena air mengalir deras dari pipa yang terbuka setelah meteran dicabut paksa oleh pelaku.

Syarif, salah satu warga setempat, membenarkan bahwa terdapat dua titik pencurian pada malam yang sama yakni 4 Desember 2025. Menurutnya, kasus pencurian meteran PDAM bukan kali pertama terjadi dan sudah sering membuat warga gelisah. 

“Ada dua lokasi yang jadi sasaran pencurian meteran tadi malam, yakni di Km 10 dan Km 6,” ujarnya. 

Sementara itu, Fahri, warga lainnya, meminta agar pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas. Menurutnya, jika tidak ditangani dengan serius, pencurian meteran air dapat terus berlanjut dan merugikan semakin banyak warga. 

--page

“Jika tidak ada tindakan, aksi pencurian dikhawatirkan terus terjadi,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi mengenai laporan dari warga, Kasi Humas Polres Kapuas IPTU Suroto menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kasus pencurian meteran air tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian siap menindaklanjuti jika ada laporan masuk dari masyarakat. 

“Sepertinya belum ada yang melapor ke Polres, nanti kalau ada info kita sampaikan,” ungkapmya kepada Borneonews, Jumat, 5 Desember 2025.

Dengan belum adanya laporan resmi, warga diimbau untuk segera melaporkan setiap kejadian pencurian atau tindakan mencurigakan agar dapat diproses sesuai prosedur hukum. (SABRIANOOR/j)