SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – PT Habaring Hurung Kotawaringin Timur (Kotim) tengah berupaya membangkitkan perekonomian lokal di wilayah setempat dengan menjalin kerja sama membuka toko daring dan mengembangkan produk air minum dalam kemasan dengan brand lokal.

Direktur PT Habaring Hurung Dina Fariza Tryani Syarif menjelaskan bahwa terbatasnya pendapatan asli daerah menjadi salah satu kendala dalam penyertaan modal, sehingga pihaknya berupaya mewujudkan inisiatif tersebut.

“Pendapatan asli daerah sedang minim atau sangat minimal untuk penyertaan modal, karena sama-sama kita mengalami efisiensi. Oleh karena itu, kami mencari rekan kerja dan akhirnya mendapatkan dan bertemu dengan Mbiz Market," katanya, Jumat, 5 Desember 2025

Ia menjelaskan, di bulan Juni itu juga pihaknya berencana untuk bekerja sama membuka toko daring. Pihaknya telah melakukan MOU dan PKS. 

PT Habaring Hurung  akan mengembangkan ide co-brand air minum dalam kemasan. Menurutnya, air minum adalah kebutuhan primer bagi setiap orang dan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

“Saya melihat yang namanya minum itu adalah kebutuhan primer atau kebutuhan pokok bagi semua orang. Kalau makan bisa ditunda, tapi minum itu kebutuhan utama. Jadi, kami berinisiatif dan optimis untuk mendirikan perusahaan air minum dalam kemasan sendiri,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa Kotim memiliki potensi besar sumber mata air berkualitas di berbagai daerah, termasuk di Bukit Lumut, Desa Rubung Buyung Kecamatan Cempaga yang nantinya akan dijadikan sumber air untuk produk tersebut.

“Untuk membuat itu semua tidak mudah prosesnya, izinnya dan lain-lain, termasuk masalah investasi modal. Bagaimana kita bisa mendapatkan produk air minum dalam kemasan tetapi tidak mengeluarkan banyak biaya? Akhirnya, kami melakukan program kolaborasi brand dengan brand lokal saja,” tambahnya.

Produk yang dinamakan “Danum Sampit” ini diambil dari sumber mata air Bukit Lumut dan telah melalui proses penyinaran dan penambahan ion-ion untuk kualitas premium. Nantinya produk tersedia dalam berbagai kemasan, antara lain gelas 220 ml, botol 330 ml, serta botol 600 ml.

“Saya mengusulkan ke Pak Bupati agar Danum Kotim dirubah menjadi Danum Sampit. Beliau mengharapkan ini bisa mengubah image atau stigma negatif yang selama ini melekat pada Sampit. Danum Sampit bisa menjadi simbol penyegaran dan citra positif, khususnya melalui produk air minumnya," ujarnya.

Ia berharap seluruh instansi yang ada di lingkaran Pemkab Kotim menggunakan air minum tersebut baik untuk acara maupun kebutuhan di kantor. Mereka dapat memesan produk melalui toko daring di Mbiz Market. 

“Kami juga mengharapkan promosi dari mulut ke mulut agar produk ini bisa semakin dikenal dan digunakan sebagai kebutuhan pribadi maupun keluarga,” tutupnya. (DEVIANA/H)