BORNEONEWS, Kobar - Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar) memutuskan perayaan malam pergantian tahun 2026 digelar secara sederhana.
Hal itu disampaikan Bupati Kobar Nurhidayah, dalam rapat koordinasi Antisipasi Tindak Keamanan dan Gangguan (ATHG) di Kantor Bupati yangbtekah digekar beberapa hari lalu.
Nurhidayah mengatakan bahwa pergantian tahun kali ini diarahkan sebagai momentum refleksi, bukan pesta hura-hura.
“Tahun baru bukan sekadar perayaan, tetapi kesempatan bagi kita untuk berdoa dan merenungkan perjalanan selama setahun. Kami ingin masyarakat menjadikan malam pergantian tahun sebagai momen ketenangan dan harapan,” jelas Nurhidayah, Sabtu, 6 Desember 2025.
Bupati mengatakan, kesederhanaan ini juga menjadi bentuk empati terhadap para korban bencana alam di Sumatera dan Aceh.
“Kita punya saudara-saudara yang saat ini sedang mengalami ujian berat akibat bencana. Sudah sepatutnya kita menunjukkan kepedulian dan doa agar mereka diberi kekuatan dan perlindungan," jelas Nurhidayah.
Nurhidayah juga mengimbau masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Saya mengajak seluruh warga untuk saling menghargai, menjaga lingkungan sosial, dan bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif. Jangan ada tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat lainnya,” jelas Nurhidayah.
Menurut Nurhidayah, walau perayaan dilakukan sederhana, Pemkab Kobar tetap menyiapkan hiburan ringan untuk masyarakat. Hiburan tersebut akan melibatkan komunitas lokal dan artis daerah.
“Kami tetap memberikan ruang bagi pelaku seni dan budaya untuk ambil bagian. Ini menjadi wujud kebersamaan kita dalam menyambut tahun baru tanpa berlebihan,” tutur Nurhidayah. (WAHYU KRIDA/H)









