KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Perpustakaan Cendekia SMP Tunas Agro Seruyan menegaskan komitmennya dalam mengembangkan budaya literasi dengan berpartisipasi pada Festival Literasi Kalimantan Tengah 2025 yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah. Mengusung tema “Literasi Kalimantan Tengah untuk Indonesia Emas 2045”, kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalteng itu berlangsung meriah dan sarat inspirasi.

Dalam festival tersebut, Kepala Perpustakaan SMP Tunas Agro Seruyan, Nopiar Rahman, A.Md., S.Pd., hadir sebagai perwakilan sekolah. Ia juga menerima penghargaan sebagai Kepala Perpustakaan Sekolah/Madrasah Terbaik I Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025.

“Kehadiran para siswa, mahasiswa, pegiat literasi, komunitas, hingga pengelola perpustakaan sekolah dalam festival ini menjadi bukti bahwa semangat literasi terus tumbuh. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap lahir generasi literat yang kritis, kreatif, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan Kalimantan Tengah,” ujar Nopiar Rahman yang juga menjadi Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpusnas 2025.

Salah satu sesi yang paling diminati peserta ialah talkshow bersama dua tokoh literasi nasional.
Prof. Dr. Ibnu Elmi A.S. Pelu, Guru Besar Ilmu Hukum UIN Palangka Raya, memaparkan pentingnya penguasaan literasi digital bagi generasi muda.

Literasi digital bukan lagi pilihan. Ini sudah menjadi kemampuan wajib bagi generasi milenial dan Gen Z jika ingin bersaing di era modern.

Tokoh literasi lainnya, Gol A Gong, Duta Baca Nasional 2020–2025, turut memukau peserta melalui materi berjudul “Kupas Tuntas Rahasia Menulis: Rahasia Menulis Bukan Sekadar Menulis”. Ia mengajak peserta untuk menulis dengan keberanian dan kejujuran.

Menurutnya, menulis itu bukan hanya soal teknik. Menulis adalah keberanian menuangkan pikiran dan konsistensi untuk terus berkarya.

Dalam festival, perwakilan Perpustakaan Cendekia mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari mengunjungi stand pameran, berpartisipasi dalam permainan literasi, berdiskusi dengan tokoh literasi nasional, hingga menciptakan karya puisi spontan.

Dengan menguatnya kolaborasi antarinstansi, dunia literasi diharapkan menjadi landasan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama menuju visi Indonesia Emas 2045.