SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Tenaga Ahli Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) dari Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) FKIP Universitas Palangka Raya, Arif Nur Wahyudi bersama rekan-rekannya dipercaya oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Tengah untuk melakukan pengukuran IPO di Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Sebelumnya sudah dilakukan (pengukuran IPO) di Kabupaten Barito Selatan, Kapuas, Barito Utara, Murung Raya, Gunung Mas, dan hari ini di Kotawaringin Timur. Dua hari nanti kami laksanakan di Kabupaten Barito Timur,” ujar Arif saat menghadiri kegiatan pengukuran IPO di Gedung Voli Indoor, Jalan Cilik Riwut, Kecamatan Baamang, Kotim, Sabtu, 6 Desember 2025.

Arif menjelaskan bahwa IPO adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi sejauh mana keberhasilan pembangunan keolahragaan di daerah.

Pengukuran ini penting untuk memberikan gambaran kemajuan olahraga yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam membuat program atau kebijakan pembangunan olahraga di daerah.

“Kegiatan ini merupakan IPO mandiri tahun pertama yang dilaksanakan Dispora Provinsi Kalimantan Tengah. Biasanya pemerintah provinsi hanya menjalankan pengukuran IPO yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan tiga kabupaten/kota sebagai sampel. Dalam IPO mandiri ini, pengukuran dilakukan dengan mengambil sampel di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah,” ujar Arif.

Arif memaparkan, proses pengukuran IPO meliputi pengisian kuesioner, pengukuran indeks massa tubuh, kebugaran jasmani, serta aspek-aspek lain seperti kesehatan, partisipasi, literasi, dan ekonomi.  “Jadi sangat komprehensif sekali terkait dengan instrumen IPO ini,” tambahnya.

Arif menegaskan pengukuran IPO untuk tingkat provinsi ini merupakan akumulasi data dari seluruh kabupaten, sehingga hasilnya sangat penting sebagai kajian yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan di bidang olahraga.

Selain data dari responden, kondisi sarana prasarana dan ruang terbuka untuk olahraga juga menjadi bagian instrumen pengukuran. “Hasil pengukuran ini juga bisa menjadi masukan positif bagi pemerintah daerah,” katanya.

Dalam pengukuran IPO terdapat skala penilaian mulai dari angka 0 sampai 1. Pada tahun 2024 lalu, IPO Provinsi Kalimantan Tengah tercatat pada angka 0,318 poin. 

“Harapannya tahun ini IPO provinsi ini dapat meningkat dan tentunya akan menghasilkan sebuah produk baru, yakni kebijakan untuk peningkatan olahraga,” jelasnya.

Bagi kabupaten, hasil pengukuran IPO akan dianalisis dan dilengkapi dengan rekomendasi khusus sesuai data yang diperoleh selama pelaksanaan pengukuran. “Ini bisa menjadi bahan masukan untuk perbaikan di masing-masing kabupaten,” tutup Arif Nur Wahyudi. (DEVIANA/R)