BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris DPRD Palangka Raya, Yustinus Gunihardi, muncul sebagai tokoh sentral dalam upaya memperkuat tata kelola digital di lingkungan lembaga legislatifnya.
Sebagai penggagas utama, ia meluncurkan Program Implementasi Strategi Kepemimpinan Berbasis SPBE (Sistem Pengelolaan Badan Elektronik) yang ditujukan untuk mengubah tata cara kerja Sekretariat DPRD menjadi lebih efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk mengakomodasi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin cepat di era digital saat ini.
Menurut Yustinus, keberadaan SPBE bukan hanya sekadar sarana administrasi, melainkan juga fondasi untuk membangun kepemimpinan yang modern dan berorientasi pada hasil di lingkungan DPRD Kota Palangka Raya.
Dalam peluncuran program tersebut, Yustinus menjelaskan bahwa strategi kepemimpinan berbasis SPBE akan memfasilitasi kolaborasi yang lebih baik antara anggota DPRD, staf sekretariat, dan pihak terkait.
"Semua proses kerja, mulai dari penyusunan rancangan undang-undang daerah (Raperda), rapat, hingga pelaporan kinerja, akan diintegrasikan dalam satu sistem digital yang terpadu ," katanya, Sabtu, 6 Desember 2025.
Keunggulan utama dari program ini adalah peningkatan transparansi informasi yang terkait dengan tugas dan fungsi DPRD.
Masyarakat akan lebih mudah mengakses informasi tentang kegiatan lembaga legislatif, termasuk hasil rapat, usulan anggaran, dan laporan pelaksanaan program, melalui platform digital yang disediakan.
Untuk memastikan keberhasilan implementasi, Sekretariat DPRD Kota Palangka Raya pihaknya telah menyusun rencana kerja terperinci yang meliputi pelatihan staf, pengembangan sistem, dan penyesuaian kebijakan internal.
Yustinus menekankan bahwa semua komponen dalam lembaga harus terlibat aktif agar transformasi digital ini dapat berjalan lancar.
"Respon dari anggota DPRD dan staf sekretariat terhadap program ini sangat positif. Banyak yang menyatakan bahwa program kepemimpinan berbasis SPBE akan mengurangi beban kerja administratif, meningkatkan akurasi data, dan memungkinkan mereka lebih fokus pada tugas inti sebagai lembaga legislatif yang melayani masyarakat," tuturnya.
Yustinus juga menambahkan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang untuk memajukan DPRD Kota Palangka Raya menjadi lembaga legislatif yang berdaya saing di tingkat nasional. Dengan mengadopsi teknologi yang tepat, ia yakin DPRD akan lebih mampu memberikan kontribusi yang optimal dalam pembangunan kota Palangka Raya.
"Periode pertama implementasi program direncanakan berjalan selama enam bulan, dengan evaluasi berkala untuk melihat kemajuan dan menyelesaikan kendala yang muncul," jelasnya.
Yustinus berharap bahwa dengan dukungan semua pihak, Program Implementasi Strategi Kepemimpinan Berbasis SPBE akan menjadi contoh keberhasilan transformasi digital di lembaga legislatif daerah. (MARINI/r)









