SAMPIT –

BORNEONEWS,Sampit – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotawaringin Timur (Kotim), Eddy Surahman, mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kotawaringin Timur pada triwulan III tahun 2025 menunjukkan hasil positif dengan pertumbuhan year-on-year (YoY) sebesar 6,07 persen. 

Meskipun demikian, angka ini mengalami sedikit perlambatan dibandingkan triwulan II yang tumbuh 6,25 persen. Sementara itu, pertumbuhan quarter-to-quarter (Q-to-Q) tercatat sebesar 2,56 persen dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) harga berlaku sebesar Rp10.703,4 miliar.

“Pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan produksi barang dan jasa dalam suatu perekonomian di suatu wilayah. Pertumbuhan ini dapat dianalisis melalui dua metode utama, yaitu quarter-to-quarter dan year-on-year,” ujarnya, Sabtu, 6 Desember 2025.

Eddy menjelaskan, dari sisi produksi, lapangan usaha sektor sekunder mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,38 persen. Sektor ini mencakup kegiatan industri pengolahan dan konstruksi yang menjadi pendorong utama ekspansi ekonomi pada triwulan tersebut.

“Dari sisi produksi, sektor sekunder menunjukkan dinamika yang sangat positif dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di daerah kita,” jelas Eddy.

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi akhir rumah tangga mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 2,80 persen. Ini menandakan tingkat konsumsi masyarakat yang meningkat sebagai indikasi daya beli dan aktivitas ekonomi yang sehat.

Ia menambahkan bahwa pertumbuhan yang stabil ini juga memberikan sinyal positif bagi upaya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kotawaringin Timur.

Meski terdapat perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya, hasil ini tetap menunjukkan kemampuan ekonomi daerah dalam bertahan dan berkembang.

“Data ini menjadi acuan penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk merancang strategi pengembangan ekonomi yang lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kotawaringin Timur yang melambung positif pada triwulan III 2025 ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkontribusi pada kemajuan enam sektor utama ekonomi daerah ke depannya. (DEVIANA/R)