BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Hap Baperdu mengajukan usulan konkret untuk menekan kenaikan harga telur dan ayam menjelang Natal dan Tahun Baru.
Usulnya berfokus pada pemberian "guyur" pakan jagung murah kepada peternak ayam di kota, yang diharapkan mampu menurunkan biaya produksi dan selanjutnya meredam kenaikan harga di pasar.
Menurut Hap, biaya pakan jagung menyumbang sekitar 70 persen dari total biaya produksi peternakan ayam.
Kenaikan harga jagung baru-baru ini menjadi penyebab utama peningkatan harga ayam dan telur, sehingga pemberian pakan murah akan menjadi solusi efektif untuk menekan biaya tersebut.
"Guyur pakan jagung murah ini bisa diberikan secara langsung kepada peternak melalui program bantuan dari pemerintah daerah," ujar Hap, Sabtu, 6 Desember 2025.
Ia menjelaskan bahwa bantuan ini tidak hanya untuk peternak skala besar, tetapi juga peternak skala kecil yang banyak ada di berbagai kelurahan di Palangka Raya.
Pemberian pakan murah adalah langkah yang tepat, karena menyentuh akar masalah kenaikan harga ayam dan telur, bukan hanya menangani gejalanya.
Hap juga menekankan bahwa program guyur pakan harus dijalankan secara cepat dan transparan, agar manfaatnya bisa dirasakan sebelum musim perayaan tiba.
Ia mengusulkan, agar pemerintah kota melalui dinas terkait melakukan koordinasi erat untuk menentukan jumlah peternak yang berhak mendapatkan bantuan dan distribusi pakan yang efisien.
Selain guyur pakan jagung, Hap juga mengusulkan agar pemerintah meningkatkan pemantauan pasokan ayam dan telur, serta mencegah spekulasi harga yang seringkali terjadi menjelang perayaan. Ia berharap kedua langkah ini bisa bekerja bersama untuk menjaga kestabilan harga bagi masyarakat.
"Sehingga program bisa diimplementasikan dalam waktu dekat dan memberikan manfaat langsung bagi peternak serta masyarakat Palangka Raya menjelang Natal dan Tahun Baru," tutupnya. (MARINI/R)









