PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Suasana Gedung Pertemuan Umum (GPU) Pulang Pisau pada Sabtu, 6 Desember 2025 dipenuhi semangat baru saat Ahmad Jayadikarta resmi dilantik sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Pulang Pisau.

Kehadiran para tokoh daerah, termasuk Bupati Pulang Pisau, menjadi penanda kuat dimulainya babak baru kepemimpinan politik di daerah tersebut.

Ahmad Jayadikart yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Pulang Pisau menyampaikan, apresiasi mendalam atas kehadiran Bupati dalam prosesi pelantikan pengurus NasDem periode 2025–2029.

Ia menegaskan bahwa amanah yang diemban bukan hanya tentang struktur organisasi, tetapi juga komitmen besar untuk menghadirkan perubahan nyata.

Jayadikarta mengungkapkan bahwa dirinya mendapat mandat langsung dari Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh melalui Ketua DPW NasDem Kalteng untuk membangun kantor partai, yang dikenal sebagai Rumah Restorasi. 

“Insyaallah 2026 kita mulai pembangunan secara bertahap, dan di akhir 2027 Rumah Restorasi bisa berdiri,” tegasnya.

Ia menjelaskan keberadaan Rumah Restorasi sangat penting karena menjadi wadah resmi untuk menampung aspirasi masyarakat Pulang Pisau.

“Di situlah nanti masyarakat menyampaikan apa yang menjadi harapan mereka, dan dari sanalah kita bergerak,” ujar Jayadikarta. 

Jayadikarta juga menegaskan komitmennya untuk tetap solid mendampingi bupati hingga 2030. Menurutnya sinergi antara eksekutif dan politik sangat diperlukan, terutama di tengah kondisi ekonomi nasional yang sedang melemah dan berdampak pada daerah.

Ia mengungkapkan bahwa anggaran Kabupaten Pulang Pisau yang sebelumnya mencapai Rp1,2 triliun kini menyusut menjadi Rp800 miliar.

“Meskipun anggaran menurun, saya dan Pak Bupati tetap kompak dan berkolaborasi. Kita akan terus mendorong pembangunan sesuai visi Pulang Pisau Jaya: jujur, amanah, yakin, dan aman,” tegasnya. 

Pelantikan ini tidak hanya menandai dimulainya masa kepemimpinan baru Partai NasDem di Pulang Pisau, tapi juga membuka lembaran baru harapan bagi masyarakat menuju pembangunan yang lebih maju dan inklusif. (RETHA)