SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Banjir yang melanda Desa Tumbang Mujam, Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sempat menyebabkan aliran listrik PLN di wilayah tersebut terputus. Kondisi ini terjadi setelah ketinggian air mencapai instalasi gardu sehingga membahayakan operasional jaringan.

“Banjir membuat ketinggian air mencapai kabel puding di Gardu Tumbang Mujam pada Jumat, 5 Desember 2025. Kondisi itu menyebabkan listrik padam untuk menghindari risiko kejadian berbahaya,” Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, Minggu, 7 Desember 2025.

Berdasarkan laporan Unit Layanan Pelanggan Terpadu (ULPT) Parenggean, aliran listrik pada Gardu TMJ-0047 di Desa Tumbang Mujam, yang terhubung melalui penyulang PGN04, terpaksa diputus pada Jumat, 5 Desember 2025 pukul 16.23 WIB.

Langkah tersebut diambil setelah air banjir merendam area gardu dan mencapai kabel-kabel penting yang berpotensi menimbulkan korsleting maupun bahaya lain bagi warga.

Setelah dilakukan pemantauan, air mulai surut pada Sabtu malam. PLN kemudian memastikan kondisi gardu aman untuk kembali dioperasikan.

“Pada Sabtu, 6 Desember 2025 pukul 20.53 WIB, trafo dinyalakan kembali. Aliran listrik di Desa Tumbang Mujam sudah menyala penuh,” ujar Multazam.

Ia menambahkan, BPBD Kotim terus berkoordinasi dengan PLN dan pemerintah desa setempat untuk memastikan keamanan warga selama masa banjir. (DEWI PATMALASARI/j)