BORNEONEWS, Sampit – Seminar pendidikan politik yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diharapkan dapat menjadi dorongan nyata dalam meningkatkan literasi demokrasi di Bumi Habaring Hurung.
“Saya berharap muncul dampak nyata setelah kegiatan ini, khususnya dalam meningkatkan partisipasi politik dan kualitas demokrasi di Kotim,” kata Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Wim RK Benung, Sabtu, 6 Desember 2025.
Dirinya membuka seminar politik yang digelar DPD PKS Kotim di Aula Islamic Center Sampit. Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua DPW PKS Kalimantan Tengah Sirajul Rahman.
Lanjutnya, pendidikan politik memiliki peran besar dalam membentuk masyarakat yang cerdas, kritis, dan mampu berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam proses demokrasi.
Menurutnya, pemahaman politik yang baik akan melahirkan warga yang berdaya, yang dapat menilai, memilih, dan mengawasi jalannya kebijakan secara objektif.
Wim berharap kegiatan ini menjadi ruang diskusi yang aktif dan memberikan pemahaman politik yang lebih luas kepada seluruh peserta.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan yang sangat baik dan bermanfaat ini,” tandasnya.
Ketua DPD PKS Kotim, Suprianto, menjelaskan, seminar pendidikan politik merupakan bagian dari kewajiban partai dalam memberdayakan dan mendidik kader.
“Kegiatan ini adalah tanggung jawab kami setelah menerima Dana Parpol (partai politik) dari pemerintah. Tujuannya agar kader semakin paham terhadap dinamika politik, baik di Kotim maupun nasional,” ujar Suprianto.
Suprianto menyebut PKS mengalami peningkatan signifikan pada Pemilu Legislatif 2024, yakni naik hingga 300 persen. Karena itu, pihaknya menyiapkan strategi berkelanjutan melalui unit pembinaan anggota, kaderisasi pemenangan pemilu, serta penanaman visi-misi PKS kepada para kader.
“Setiap saat kami berusaha menambah jumlah kader. Setelah menjadi kader, mereka mendapat pembinaan agar dapat ikut memperkuat perolehan suara PKS pada pemilu mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua panitia Ariyandi mengatakan, seminar kali ini mengusung tema kokoh bersama memajukan Kotawaringin Timur untuk Indonesia. Ia menyebut kegiatan ini menjadi sarana penting dalam menumbuhkan kesadaran politik masyarakat.
“Di era informasi seperti sekarang, masyarakat tidak hanya dituntut mengikuti proses politik, tetapi juga harus memahami hak, kewajiban, dan mekanisme pemerintahan,” kata Ariyandi.
Seminar tersebut diikuti 175 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, guru, tokoh masyarakat, dan pemuda. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap masa depan demokrasi di Kotim.
"Kami berharap diskusi dan materi yang disampaikan oleh narasumber dapat memberikan wawasan baru, membuka perspektif berpikir, serta menjadi bekal dalam membangun masyarakat yang cerdas dan dewasa secara politik," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









