PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Cabang Kalimantan Tengah melaksanakan Seminar dan Workshop Basic Small Animal Ultrasonography pada Sabtu malam, 6 Desember 2025. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Dosen Radiologi Divisi Klinik, Reproduksi, dan Patologi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedik IPB University, Prof drh Deni Noviana, Ph.D, DAiCVIM.

Ketua PDHI Cabang Kalteng, drh Eko Hari Yuwono, menyampaikan bahwa pelatihan ini disusun untuk meningkatkan kompetensi dokter hewan dalam pemeriksaan ultrasonografi pada hewan kecil, yang kini menjadi kebutuhan penting di berbagai layanan kesehatan hewan.

“Penguasaan ultrasonografi bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan bagian dari standar pelayanan untuk menghasilkan diagnosis yang lebih akurat,” ujarnya kepada Borneonews.

Menurut Eko, perkembangan kasus medis hewan kecil di daerah menuntut dokter hewan agar lebih terampil dalam membaca kondisi organ internal secara cepat dan tepat. Pelatihan berbasis praktik langsung dinilai menjadi metode paling efektif agar peserta memahami teknik sekaligus penanganan kasus lapangan.

Prof Deni Noviana menyampaikan materi mengenai prinsip dasar ultrasonografi, teknik scanning, serta interpretasi gambar organ pada anjing dan kucing. Ia menekankan pentingnya ketelitian dan konsistensi dalam melakukan pemeriksaan.

--page

“Ultrasonografi adalah alat diagnostik yang sangat membantu, namun kualitas hasil sangat bergantung pada kemampuan operator,” kata Deni.

Kegiatan ini diikuti oleh dokter hewan dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Para peserta mendapatkan sesi teori dan praktik menggunakan peralatan ultrasonografi yang disiapkan panitia. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi teknis selama sesi berlangsung.

Eko berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkala untuk memperkuat kapasitas dokter hewan di daerah.

“PDHI Kalteng berkomitmen menghadirkan pelatihan berkualitas dengan menghadirkan ahli terbaik, sehingga kemampuan dokter hewan kita semakin sejajar dengan standar nasional,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fokus PDHI dalam menghadapi dinamika praktik kesehatan hewan yang semakin kompleks. Dengan dukungan lembaga pendidikan seperti IPB University, PDHI optimistis layanan kesehatan hewan di Kalimantan Tengah akan terus berkembang.

--page

Kegiatan pelatihan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta. PDHI Kalteng menegaskan bahwa peningkatan kompetensi seperti ini akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari penguatan profesionalisme dokter hewan di wilayah tersebut. (TESTI PRISCILLA/j)