BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menegaskan bahwa radikalisme dan intoleransi merupakan ancaman serius yang harus diwaspadai oleh seluruh warga.
Menurutnya, kedua masalah ini tidak hanya merusak keharmonisan masyarakat tetapi juga berpotensi menggoyangkan persatuan dan keutuhan bangsa.
Ancaman radikalisme dan intoleransi semakin menjadi perhatian khusus di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Derasnya arus informasi melalui berbagai platform digital dapat menjadi ruang yang menguntungkan, tetapi juga berisiko dijadikan sarana penyebaran paham ekstrem yang merusak.
Ia menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran strategis. Ia menekankan bahwa pemuda adalah agen toleransi yang berperan penting dalam mempromosikan nilai-nilai perdamaian di tengah masyarakat.
Selain itu, generasi muda juga dituntut untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
--page
"Dengan pemikiran yang terbuka dan keterampilan dalam mengelola informasi, pemuda diharapkan dapat mencegah penyebaran paham ekstrem di lingkungannya," katanya, Minggu 7 Desember 2025.
Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan komitmen untuk terus mendukung kegiatan edukasi dan pembinaan pemuda secara berkelanjutan.
Program-program ini bertujuan untuk membekali pemuda dengan pengetahuan dan wawasan agar mampu membedakan antara informasi yang benar dan yang salah, serta memegang teguh nilai-nilai kebhinekaan.
Dengan upaya bersama antara pemerintah, pemuda, dan seluruh warga, diharapkan Kota Palangka Raya tetap menjadi wilayah yang aman, toleran, dan harmonis.
"Semua pihak dipercaya dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan masyarakat yang sejahtera dan bersatu," pungkasnya. (PATHUR/j)









