BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Evaluasi Inovasi Daerah tahun 2025, yang berlangsung di Aula Bapperida.
"Inovasi merupakan kunci peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Ia menyampaikan bahwa inovasi tidak boleh hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi harus menjadi budaya kerja yang berkelanjutan," ujar Sekretaris Bapperida Gunung Mas, Pridledi mewakili Kepala Bapperida Yantrio Aulia, Minggu, 7 Desember 2025.
Dia menjelaskan bahwa perkembangan indeks inovasi Kabupaten Gunung Mas selama empat tahun terakhir menunjukkan dinamika yang perlu menjadi evaluasi bersama.
Tahun 2021 berada pada posisi 345, naik signifikan ke posisi 159 pada 2022, sempat menurun pada 2023, dan kembali naik ke posisi 158 kategori inovatif pada 2024.
Sementara itu, Kabid Riset dan Inovasi Daerah pada Bapperida Gunung Mas, Vina Valentina Pasaribu, dalam laporannya menjelaskan bahwa evaluasi ini difokuskan untuk memastikan kelengkapan data dukung inovasi daerah tahun 2025 sekaligus persiapan penginputan inovasi Tahun 2026 pada aplikasi Innovative Government Award (IGA) Kemendagri.
--page
Ia menegaskan bahwa setiap perangkat daerah harus aktif memperbarui dan melaporkan inovasi agar tercatat resmi sebagai bagian dari indeks inovasi daerah Gunung Mas.
“Dokumentasi inovasi adalah indikator kinerja daerah. Jika data lengkap, maka penilaian dan peningkatan indeks inovasi dapat dicapai,” jelasnya. (RISKA YULYANA/j)









