BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dunia keamanan siber kembali digegerkan dengan kemunculan malware Android baru bernama Albiriox, sebagaimana diungkap dalam laporan riset terbaru Cleafy, komunitas keamanan siber pada 1 Desember 2025. Malware ini dikategorikan sebagai Malware-as-a-Service (MaaS), artinya pelaku kriminal dapat menyewa dan menggunakannya tanpa harus memiliki kemampuan teknis tinggi.
Dalam publikasi keamanan siber seperti The Hacker News dan Malwarebytes Labs, Albiriox bekerja sebagai Trojan akses jarak jauh (RAT) sekaligus banking trojan yang memungkinkan pelaku mengendalikan penuh ponsel korban.
Berbeda dengan pencurian data tradisional, Albiriox dapat melakukan on-device fraud, yakni penjahat menjalankan transaksi langsung melalui perangkat korban sehingga tanda-tandanya sulit terdeteksi bank maupun sistem keamanan digital.
Dalam laporan Cleafy, Albiriox diketahui menargetkan lebih dari 400 aplikasi keuangan, mulai dari perbankan, e-wallet, pembayaran digital, hingga aplikasi kripto. Daftar target tersebut sudah tertanam dalam kode malware dan terus diperbarui oleh pengembangnya. The Hacker News mencatat bahwa penyebarannya makin meluas karena pelaku kriminal dapat berlangganan paket penggunaan Albiriox di pasar gelap.
Proses infeksi biasanya melalui aplikasi palsu atau “dropper” yang menyamar sebagai aplikasi utilitas maupun versi tiruan aplikasi populer. Setelah terpasang, dropper akan meminta izin untuk menginstal aplikasi kedua yang sebenarnya merupakan inti malware. Teknik penyamaran serta enkripsi kode membuat Albiriox lebih sulit dideteksi oleh antivirus konvensional, sebagaimana diulas Malwarebytes dalam laporannya.
--page
Begitu aktif, Albiriox memberikan kendali penuh kepada pelaku melalui modul remote-access berbasis VNC, memungkinkan mereka melihat layar korban, mengetik, menggeser, membuka aplikasi bank, hingga menyetujui transaksi secara real time. Laporan teknis menyebutkan kemampuan ini sebagai salah satu evolusi paling berbahaya dalam kategori malware keuangan berbasis Android. (SABRIANOOR/j)









