BORNEONEWS, Pulang Pisau – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Kalimantan Tengah, Wahyudi F. Dirun, menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) PC NU Kabupaten Pulang Pisau yang digelar pada Minggu, 7 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Wahyudi menegaskan kembali aturan organisasi yang mengatur keterlibatan pengurus NU dalam politik praktis. Ia menyampaikan bahwa NU tidak sepenuhnya melarang kadernya untuk aktif di partai politik, namun ada batasan tegas sesuai AD/ART organisasi.
“Yang tidak diperbolehkan secara tegas atau harga mati adalah pengurus inti, yaitu Ketua Tanfidziyah dan Rois Syuriah. Dua unsur ini tidak boleh terlibat dalam partai politik. Jika seseorang terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah tetapi masih aktif di partai, maka itu jelas melanggar ketentuan,” ujar Wahyudi.
Wahyudi menjelaskan bahwa NU memiliki struktur yang memungkinkan hal tersebut. “Di NU ada lembaga bernama A’wan. Jadi, misalnya Pak Wakil Bupati ingin masuk ke kepengurusan, beliau bisa ditempatkan di A’wan. Susunannya adalah Mustasyar, Syuriah, A’wan, lalu Tanfidziyah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penempatan tokoh berpolitik di unsur A’wan merupakan solusi sesuai aturan organisasi agar tidak melanggar AD/ART. “Intinya, mereka yang memiliki keterlibatan dengan partai politik dapat masuk di A’wan, bukan pada unsur yang dilarang,” tegasnya.
Terkait arahan kepada pengurus baru, Wahyudi menekankan pentingnya fokus pada program prioritas, bukan sekadar banyak kegiatan tanpa arah. Ia menyebut bahwa salah satu bidang yang harus diperkuat di Pulang Pisau adalah sektor pendidikan, terutama pendidikan berbasis NU.
“Kita perlu membangun pendidikan NU yang lebih kuat, termasuk membuka perguruan tinggi NU dengan sistem kelas jauh. Ini penting untuk membangun SDM di Pulang Pisau. Model ini sudah berjalan di Murung Raya dan Sampit,” ungkapnya.
PWNU, kata Wahyudi, berencana menghadirkan dosen-dosen yang akan datang langsung untuk memberikan perkuliahan di daerah, dengan jurusan yang disesuaikan kebutuhan lokal. “Jurusan yang dibutuhkan antara lain Teknologi Industri dan Teknologi Komputer, karena kedua bidang ini sangat diperlukan saat ini,” tutupnya. (RETHA/y)









