BORNEONEWS, Sampit - Air minum dalam kemasan (AMDK) produk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Habaring Hurung yang diberi nama 'Danum Sampit' akan segera diluncurkan pada peringatan HUT ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada 7 Januari 2026 mendatang.
"Ini kerjasama antara BUMD dengan pihak ketiga untuk memproduksi air mineral dalam kemasan dengan nama Danum Sampit. Mengapa kita beri nama Sampit, karena Sampit ini dikenal di berbagai daerah daripada Kotim," kata Bupati Kotim Halikinnor, Minggu, Desember 2025.
BUMD telah melakukan pengenalan produk AMDK Danum Sampit melalui soft launching (peluncuran awal) saat car free day dalam rangka HUT ke-54 Korpri dan gebyar penarikan undian berhadiah PBB-P2 di Taman Kota Sampit. Dalam soft launching tersebut, diperkenalkan air mineral Danum Sampit kemasan botol 220 ml.
Halikinnor tak luput mencoba AMDK produk lokal tersebut dan memperkenalkannya kepada masyarakat. Ia menyebut, kualitas dan rasa air mineral tersebut tidak kalah dengan merek lainnya.
"Ini sudah uji coba di laboratorium, sudah higienis dan memenuhi standar kesehatan. Saya meminta OPD, instansi vertikal dan seluruh masyarakat menggunakan air mineral ini karena dengan menggunakan produksi sendiri otomatis menyumbang PAD (pendapatan asli daerah)," tandasnya.
--page
Sementara itu, Direktur BUMD PT Habaring Hurung Dina Fariza Tryani Syarif mengatakan, peluncuran resmi air mineral tersebut baru akan dilaksanakan bulan depan sambil menunggu izin edar BPOM sekaligus mencetak kemasan.
"Setelah launching 7 Januari 2026, kami sudah siap menerima pesanan dari berbagai pihak. Kalau untuk internal Pemkab Kotim sudah ada instruksi atau himbauan dari Bupati agar seluruh acara menggunakan Danum Sampit. Begitu juga nanti untuk rekanan yang biasanya menggunakan snack atau makan minum di acara-acara pemerintah," ujarnya.
Ia menjelaskan, produk tersebut merupakan co-branding dari Naida merupakan perusahaan AMDK yang berasal dari sumber mata air. Dalam menentukan kerja sama tersebut pihaknya telah melalui proses yang panjang.
Sebelumnya, BUMD telah melakukan kunjungan ke beberapa penyedia termasuk penyedia air minum dalam kemasan sekala nasional di Surabaya. Selain itu juga perusahaan AMDK di Kalimantan Selatan dan Kotawaringin Barat (Kobar).
"Kenapa milih Naida itu pertimbangannya dari sekian yang kami tawarkan untuk bekerjasama, Naida yang bersedia membantu untuk kolaborasi co-brand dengan waktu yang cukup singkat sejak rencana awal di bulan Juni 2025 mereka menyanggupi bahwa bulan Januari sudah selesai dan membantu mengurus izin edar," imbuhnya.
--page
Pertimbangan lainnya yakni, Naida merupakan air mineral yang bersumber dari mata air bukan berasal dari pengeboran, baik itu mata air yang ada di Kotim maupun di Kobar.
Selain itu, pola kerja mulai dari pengisian atau packaging barang dan lain-lain, Naida menunjukkan bahwa mereka menjaga kualitas air kemasan dengan baik. Mereka memiliki laboratorium sendiri dan melakukan pemeriksaan serta tes kualitas.
"Jadi intinya kami tidak main tunjuk untuk kerjasama jadi ada proses pencarian ke penyedia sehingga kami bisa menyajikan air minum yang berkualitas untuk masyarakat," katanya.
Danum Sampit akan dipasarkan dengan beberapa jenis kemasan yaitu kemasan gelas 220 ml, kemasan botol 220 ml, 330 ml, dan 600 ml. Terkait harga pihaknya akan menetapkan sesuai pasar yang ada di Sampit.
Adapun dalam soft launching Danum Sampit di Taman Kota, ia membagikan secara gratis produk tersebut kepada masyarakat dan mendapat respon positif. Warga menilai air mineral tersebut segar dan tidak berasa sama sekali seperti air minum pada umumnya.
"Apalagi tadi yang kita bawa adalah botol kemasan 220 ML seperti ukuran gelas cup yang biasanya. Menurut warga, kemasan botol ini lebih mudah daripada gelas cup itu harus dengan sedotan. Isinya pas untuk sekali minum langsung habis jadi tidak membuang-buang air," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









