BORNEONEWS, Sampit – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Nugroho Kuncoro Yudho, mengungkapkan diperkirakan adanya peningkatan gangguan kesehatan mental di wilayah Kotawaringin Timur yang perlu menjadi perhatian semua pihak.
“Berdasarkan hasil skrining, gangguan kesehatan mental meningkat. Untuk Kotim cukup tinggi. Sehingga kami memadukan cek kesehatan gratis termasuk pemeriksaan kesehatan mental. Jadi mereka yang punya keluhan bisa langsung dilayani oleh psikolog dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) ,” ujar Nugroho saat ditemui pada kegiatan CKG di Taman Kota Sampit, Minggu, 7 Desember 2025.
Ia menyampaikan bahwa gangguan kesehatan mental tidak hanya dialami masyarakat umum tapi sudah merambah kalangan pelajar, bahkan mulai dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Untuk tahun ini kami masih dalam proses rekapitulasi data, namun angka gangguan mental cukup tinggi," ujarnya.
Ia menyebut, pada 2024 lalu, sekitar 48 persen warga yang mengalami masalah kesehatan mental dengan katagori tidak parah. Nugroho menegaskan, sekalipun tidak parah, jika dibiarkan kondisi dapat memburuk.
"Meningkat karena belum optimalnya kami dalam penanganan di lapangan. Oleh sebab itu, saat ini kami mencoba menggandeng psikolog saat kegiatan CKG. Karena mereka pendirita diabetes maupun hipertensi juga sering mengalami gangguan mental ringan, sehingga mereka bisa langsung konsultasi saat CKG," ungkapnya.
Selain masalah kesehatan mental, penyakit fisik yang banyak diderita warga Kotawaringin Timur adalah hipertensi dan diabetes. Secara nasional, angka penyakit gagal ginjal dan tuberkulosis (TBC) juga terus meningkat.
“TBC adalah penyakit dengan penularan cukup tinggi. Banyak orang yang divonis TBC tidak dapat menerima kondisinya dan enggan berobat, sehingga berpotensi menularkan ke orang lain,” katanya.
Sebagai upaya pencegahan, Nugroho mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan cek kesehatan gratis yang diselenggarakan pemerintah sebagai langkah penting dalam merawat kesehatan diri.
“Ibarat kendaraan, kesehatan juga perlu perawatan rutin setiap bulan. Untuk kesehatan mental, setiap orang pasti mengalami stres, namun penting bagaimana kita mengelola perasaan dan berdamai dengan kondisi itu,” katanya. (DEVIANA/y)









