SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kotawaringin Timur hingga awal Desember 2025 baru mencapai 67,85 persen dari target yang ditetapkan, yakni sebesar Rp331 miliar dari target Rp488,8 miliar. 

“Realisasi PAD di tahun 2025 ini sampai saat ini dari target Rp488,8 miliar, sudah terealisasi Rp331 miliar atau 67,85 persen. Ini terus kita optimalkan,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kotawaringin Timur, Ramadansyah, Senin, 8 Desember 2025.

Menurutnya, terdapat beberapa kendala pada pelaksanaan di lapangan yang menyebabkan target PAD belum terpenuhi, khususnya pada tiga sumber pendapatan utama, yaitu Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Data resmi dari dashboard pendapatan Kotawaringin Timur yang dirilis oleh Bapenda memperlihatkan bahwa pendapatan dari BPHTB tahun 2025 ini ditarget sebesar Rp86,5 miliar, namun realisasinya baru mencapai Rp10,2 miliar atau 11,88 persen saja. Sementara untuk opsen PKB, target yang ditetapkan sebesar Rp80,4 miliar dengan realisasi saat ini 52,45 persen. Sedangkan opsen BBNKB dari target Rp71,4 miliar baru terealisasi 54,19 persen.

“Realisasi BPHTB belum optimal karena ada kendala sejumlah perusahaan yang belum mendapatkan izin Hak Guna Usaha (HGU). Padahal BPHTB dari HGU itu masuk hitungan target oleh Bapenda,” jelas Ramadansyah.

Dia menambahkan, hal itu berasal dari belum keluarnya Surat Keputusan (SK) HGU oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). 

“Padahal setelah menerima SK HGU, perusahaan wajib membayar BPHTB sebagai syarat mendapatkan sertifikat HGU. Namun, karena SK itu belum dikeluarkan, proses perizinan dan pembayaran BPHTB pun tertunda," ucapnya. 

Selain itu, kendala juga terjadi pada pendapatan opsen PKB dan BBNKB. Untuk mengoptimalkan penerimaan dari sektor ini, Bapenda terus melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemangku kepentingan terkait.

“Kendala ini yang menyebabkan realisasi PAD belum maksimal. Namun, sumber pendapatan lainnya sudah di atas 100 persen, seperti retribusi PBG-SLF yang sudah mencapai 109 persen, melampaui target,” tambahnya.

Ia belum dapat memastikan apakah kendala pada BPHTB dapat teratasi dalam waktu dekat, namun ia tetap optimistis dengan sisa waktu yang ada akan ada perkembangan positif.

“Kami berharap ada kabar baik sehingga realisasi PAD Kotawaringin Timur bisa mencapai target yang telah ditetapkan,” tutup Ramadansyah. (DEVIANA/y)